Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

11 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Ini Alasan Satgas PPKM Jabodetabek Tetap Level 1 Meski Kasus Naik

Kamis 14 Jul 2022 04:57 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan alasan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jabodetabek tetap di level 1 meski kasus Covid-19 kembali melonjak. Sebelumnya, PPKM Jabodetabek sempat naik ke level 2, kemudian direvisi dalam sehari ke level 1.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan alasan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jabodetabek tetap di level 1 meski kasus Covid-19 kembali melonjak. Sebelumnya, PPKM Jabodetabek sempat naik ke level 2, kemudian direvisi dalam sehari ke level 1.

Foto: tangkapan layar
Satgas menyebut penetapan level PPKM tergantung indikator transmisi komunitas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan alasan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jabodetabek tetap di level 1 meski kasus Covid-19 kembali melonjak. Sebelumnya, PPKM Jabodetabek sempat naik ke level 2, kemudian direvisi dalam sehari ke level 1.

"Pada dasarnya penetapan leveling PPKM berpedoman pada indikator transmisi komunitas pada indikator penyesuaian upaya kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial dalam penanggulangan pandemi Covid yang ditetapkan oleh menteri kesehatan," kata Wiku dikutip dari siaran Youtube BNPB, Kamis (13/7/2022).

Sedangkan, PPKM leveling untuk wilayah non Jawa Bali dan Jawa Bali juga diperpanjang melalui instruksi Mendagri Nomor 34 dan 35 tahun 2022. Peraturan PPKM ini berlaku mulai 5 Juli hingga tanggal 1 Agustus 2022 mendatang.

Dalam perpanjangan ini ditetapkan untuk wilayah Jawa dan Bali seluruh kabupaten/kota berada pada level 1. Sedangkan untuk wilayah luar Jawa dan Bali hanya Kabupaten Sorong yang berada di PPKM level 2.

Meski begitu, Wiku berharap kenaikan Covid-19 di Indonesia perlu diantisipasi dengan upaya berbagai pihak. Wiku berharap pemerintah dan masyarakat bersama-sama terus berupaya mempercepat cakupan vaksinasi termasuk vaksinasi booster dan kedisiplinan protokol kesehatan.

Dia meyakini jika kedua upaya ini dilakukan secara kolektif maka Indonesia dapat mencapai ketahanan dan kesehatan masyarakat yang lebih tinggi.

"Kembali saya ingatkan bahwa untuk dapat tetap aman disiplin menggunakan masker, percepatan vaksinasi khususnya booster, selalu waspada tanpa rasa panik. Semoga pengalaman selama lebih dari 2,5 tahun ini dapat membiasakan diri kita menghadapi berbagai kondisi di masa pandemi Covid-19," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile