Tuesday, 5 Jumadil Awwal 1444 / 29 November 2022

Tuesday, 5 Jumadil Awwal 1444 / 29 November 2022

5 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Meghan Markle Bantah Bohong Soal Tumbuh Sebagai Anak Tunggal Saat Diwawancarai Oprah

Kamis 28 Jul 2022 10:44 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda

Duchess of Sussex, Meghan Markle, membantah telah berbohong soal klaim tumbuh sebagai anak tunggal saat diwawancarai Oprah Winfrey.

Duchess of Sussex, Meghan Markle, membantah telah berbohong soal klaim tumbuh sebagai anak tunggal saat diwawancarai Oprah Winfrey.

Foto: EPA
Meghan Markle mengaku merasa seperti anak tunggal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meghan Markle membantah klaim bahwa dia berbohong saat wawancara bersama Oprah Winfrey pada Maret 2021. Istri Pangeran Harry dari Kerajaan Inggris tersebut merasa tidak berbohong saat mengatakan dia tumbuh besar sebagai anak tunggal.

Perempuan bergelar Duchess of Sussex itu berpendapat bahwa dalam percakapan, deskripsinya tentang masa kecilnya tidak dimaksudkan sebagai "fakta objektif". Namun, nyatanya Meghan memang punya saudari tiri bernama Samantha Markle.

Baca Juga

photo
Tayangan wawancara Oprah Winfrey dengan Pangeran Harry dan Meghan Markle. Wawancara tersebut membuat Oprah terpilih sebagai perempuan paling berpengaruh pada 2021 versi Forbes. - (EPA)

Buntut dari wawancara tersebut, Samantha menuntut Meghan yang dalam dokumen hukum menudingnya membuat "pernyataan palsu dan jahat". Tim hukum sang bangsawan yang juga mantan aktris pemeran serial Suits itu mengajukan permohonan agar kasus tersebut dibatalkan.

Menurut tim hukumnya, Meghan membuat pernyataan subjektif tentang perasaannya sendiri ketika bercerita soal masa kecilnya. Pengacara berpendapat deskripsi Meghan tentang cara pengasuhan orang tuanya tidak bisa salah karena itu adalah sesuatu yang personal.

"Penggugat (Samantha) pertama-tama menegaskan bahwa dia dapat menyangkal bahwa Meghan 'tumbuh sebagai satu-satunya anak', tetapi persepsi ini secara inheren tidak dapat dipalsukan. Sulit membayangkan perasaan yang lebih pribadi dan subjektif daripada bagaimana seseorang memandang masa kecil mereka sendiri," ujar tim hukum Meghan lewat sebuah pernyataan tertulis.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile