Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

 

3 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Wali Kota Mataram: Jika Ada yang Positif Covid-19, Siswa Sekelas tak Lagi PTM

Selasa 02 Aug 2022 20:59 WIB

Red: Qommarria Rostanti

Kalau ada siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Mataram, maka sekolah boleh menutup pembelajaran tatap muka (PTM) pada rombongan belajar (rombel) siswa yang terpapar Covid-19.  (ilustrasi)

Kalau ada siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Mataram, maka sekolah boleh menutup pembelajaran tatap muka (PTM) pada rombongan belajar (rombel) siswa yang terpapar Covid-19. (ilustrasi)

Foto: ANTARA/Fauzan
Sejak awal uji coba PTM telah dibentuk Satgas Covid-19 sekolah.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mengatakan, kalau ada siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19 maka sekolah boleh menutup pembelajaran tatap muka (PTM) pada rombongan belajar (rombel) siswa yang terpapar Covid-19. Penutupan yang dimaksud bukan terhadap sekolah secara penuh.

 

"Hal itu mengacu pada regulasi penanganan penyebaran Covid-19. Jadi perlu diingat yang ditutup rombel bukan sekolah," kata dia, Selasa (2/8/2022).

Baca Juga

Menurutnya, untuk penutupan sekolah dan mengembalikan anak-anak belajar dengan sistem jarak jauh atau dalam jaringan (daring) tentu cukup berat dan sejauh ini dinilai kurang efektif. Apalagi anak-anak sedang senang-senangnya karena baru mulai aktif melaksanakan sistem pembelajaran tatap muka (PTM) penuh atau 100 persen setelah hampir dua tahun belajar daring. Selain itu anak-anak juga baru mulai belajar dan bersosialisasi serta baru mengenal lingkungan sekolah untuk beradaptasi.

"Jadi sayang sekali kalau anak-anak kembali belajar daring. Sementara belajar daring, sejauh ini kurang efektif sebab hanya mengajar tidak mendidik," katanya.

Terkait dengan itu, agar kegiatan PTM penuh tetap bisa berjalan dengan lancar dan kesehatan anak-anak terjaga, Mohan telah meminta jajaran kepala sekolah agar kembali memperketat upaya antisipasi pencegahan Covid-19. Untuk upaya pencegahan di sekolah, sejak awal uji coba PTM telah dibentuk Satgas Covid-19 sekolah yang bertugas mengawasi pendisiplinan prokes di lingkungan sekolah.

"Jadi kita sudah punya skenario penanganan Covid-19 di sekolah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kota Mataram. Tinggal kita pertegas, dan kita yakin kepala sekolah sudah bisa memahami kondisi ini," katanya.

sumber : Antara
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile