Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

 

10 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Media China: Zelenskyy Ingin Berbicara Langsung dengan Presiden Xi

Kamis 04 Aug 2022 00:21 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan sedang mencari kesempatan untuk berbicara

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan sedang mencari kesempatan untuk berbicara "langsung" dengan Presiden China Xi Jinping.

Foto: AP/Efrem Lukatsky
Zelenskyy ingin meminta bantuan untuk mengakhiri perang dengan Rusia.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Surat kabar South China Morning Post (SCMP) melaporkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan sedang mencari kesempatan untuk berbicara "langsung" dengan Presiden China Xi Jinping. Ia ingin meminta bantuan untuk mengakhiri perang dengan Rusia.

 

Dalam wawancara dengan SCMP pemimpin Ukraina itu meminta China menggunakan pengaruh politik dan ekonominya yang lebih besar dari Rusia untuk mengakhiri perang.

Baca Juga

"Ini negara kuat, perekonomian kuat, maka dapat mempengaruhi Rusia secara politis, ekonomi, dan China (juga) merupakan anggota permanen Dewan Keamanan PBB," kata Zelenskyy seperti dikutip SCMP, Kamis (4/8/2022).

Sebelumnya Ukraina membantah pernyataan mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroeder yang mengatakan Rusia ingin "menegosiasikan solusi" pada perang. Kiev mengatakan setiap dialog tergantung pada gencatan senjata dan penarikan pasukan Rusia.

Schroeder merupakan teman Presiden Rusia Vladimir Putin dan semakin diserang karena sikapnya yang pro-Rusia. Bulan lalu ia mengatakan kesepakatan mengenai pengiriman gandum dari Ukraina yang bertujuan untuk meredakan krisis pangan global mungkin menawarkan jalan ke depan.

Pengiriman pertama kapal gandum sejak perang dimulai lima bulan lalu berlayar melewati Selat Bosphorus pada Rabu (3/8/2022) kemarin dalam perjalanan menuju Lebanon.

"Berita baiknya adalah Kremlin ingin menegosiasikan solusi, keberhasilan pertama kesepakatan gandum, mungkin perlahan-lahan dapat diperluas sampai ke gencatan senjata," katanya pada mingguan Stern dan stasiun televisi RTL/NTV.

Merespon pernyataan itu penasihat presiden Ukraina, Mykhailo Podolyak menggambarkan Schroeder sebagai "suara dari Kerajaan Rusia". Ia menegaskan kesepakatan gandum tidak akan mengarah pada negosiasi yang lebih luas.

"Bila Moskow ingin dialog, bolanya ada di kerajaan. Pertama gencatan senjata dan penarikan pasukan, kemudian baru (dialog) konstruktif," kata Podolyak di Twitter.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile