Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

 

4 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pelosi Berencana Kunjungi Perbatasan Korsel-Korut

Kamis 04 Aug 2022 07:50 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Friska Yolandha

Rambu tujuan ke ibu kota Korea Utara, Pyongyang dan Amerika Serikat, terlihat di Paviliun Imjingak di Paju, dekat perbatasan dengan Korea Utara, Korea Selatan, Jumat, 14 Januari 2022. Ketua  House of Representatives Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi berencana kunjungi perbatasan antara Korea Selatan dan Korea Utara pada Kamis (4/8/2022).

Rambu tujuan ke ibu kota Korea Utara, Pyongyang dan Amerika Serikat, terlihat di Paviliun Imjingak di Paju, dekat perbatasan dengan Korea Utara, Korea Selatan, Jumat, 14 Januari 2022. Ketua House of Representatives Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi berencana kunjungi perbatasan antara Korea Selatan dan Korea Utara pada Kamis (4/8/2022).

Foto: AP/Ahn Young-joon
Pelosi akan menjadi pejabat tertinggi AS yang mengunjungi daerah itu setelah Trump.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Ketua  House of Representatives Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi berencana kunjungi perbatasan antara Korea Selatan dan Korea Utara pada Kamis (4/8/2022). Dia tiba di Korea Selatan pada Rabu malam (3/8/2022), setelah singgah sebentar di Taiwan.

 

Menurut keterangan pejabat Seoul, Pelosi berencana untuk mengunjungi Area Keamanan Bersama di dekat perbatasan antar-Korea yang dijaga ketat. Wilayah itu dijaga dengan patroli bersama oleh Komando PBB yang dipimpin AS dan Korea Utara.

Baca Juga

Pelosi akan menjadi pejabat tertinggi AS yang mengunjungi daerah itu setelah mantan Presiden Donald Trump. Trump pernah singgah ke perbatasan tersebut saat bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pada 2019.

Sebelum kunjungan ke perbatasan, Pelosi bertemu terlebih dahulu dengan Ketua Majelis Nasional Korea Selatan Kim Jin-pyo di Seoul. Dalam kesempatan itu, keduanya berjanji mendukung upaya mempertahankan pencegahan yang kuat terhadap Korea Utara dan mencapai denuklirisasinya.

Mereka menyatakan keprihatinan atas ancaman nuklir dan rudal yang berkembang dari Korea Utara. "Kedua belah pihak menyatakan keprihatinan tentang situasi mengerikan dari ancaman Korea Utara yang semakin meningkat," kata pernyataan itu.

"Kami setuju untuk mendukung upaya kedua pemerintah untuk mencapai denuklirisasi praktis dan perdamaian melalui kerja sama internasional dan dialog diplomatik, berdasarkan pencegahan yang kuat dan diperluas terhadap Utara," ujarnya.

Kantor Kepresidenan Korea Selatan menyatakan, Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol sedang berlibur saat kunjungan Pelosi. Dia tidak akan bertemu ketua House itu, tetapi akan berbicara dengannya melalui telepon pada Kamis.

Media Korea Selatan berspekulasi bahwa Yoon mungkin menghindari pertemuan dengan Pelosi. Tindakan itu dilakukan untuk menghindari permusuhan dengan China, setelah kunjungan Pelosi ke Taiwan menyebabkan kemarahan.

Seorang pejabat di kantor Yoon mengatakan menyambut Pelosi dan berharap perjalanannya lancar, tetapi tidak mengomentari laporan tersebut. "Posisi kami dalam kunjungannya ke Taiwan adalah bahwa kami akan melanjutkan komunikasi yang erat dengan negara-negara lain berdasarkan pandangan bahwa menjaga perdamaian dan stabilitas regional melalui dialog dan kerja sama itu penting," kata pejabat itu.

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile