Wednesday, 9 Rabiul Awwal 1444 / 05 October 2022

Wednesday, 9 Rabiul Awwal 1444 / 05 October 2022

 

9 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Studi Temukan Alat Uji Identifikasi Mutasi Varian Covid-19 Secara Akurat

Rabu 10 Aug 2022 23:28 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah

Sebuah studi menemukan alat uji yang bisa mengidentifikasi mutasi genetik varian Covid-19 secara akurat.

Sebuah studi menemukan alat uji yang bisa mengidentifikasi mutasi genetik varian Covid-19 secara akurat.

Foto: ANTARA/Mohammad Ayudha
Alat uji mengidentifikasi mutasi virus Covid-19 melalui sampel klinis nasofaring.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah studi menemukan alat uji yang bisa mengidentifikasi mutasi genetik varian Covid-19 secara akurat. Menggunakan analitik asam nukleat virus yang dikodekan RNA, alat uji yang disebut Revealr SARS-CoV-2 bisa menentukan Alpha, Gamma, Delta, Epsilon, dan Omicron lewat sampel klinis nasofaring.

 

Makalah yang diterbitkan di Journal of American Chemical Society menjelaskan desain dan validasi sistem genotipe Revealr SARS-CoV-2. Penulis korespondensi sekaligus profesor ilmu farmasi di University of California, John Chaput, mengatakan bahwa pandemi COVID-19 telah menciptakan kebutuhan mendesak akan alat diagnostik individual yang dapat mengenali keberadaan virus serta jenis tertentu.

Baca Juga

Ia berharap alat uji ini bisa memungkinkan penyedia layanan kesehatan untuk membuat keputusan perawatan yang dipersonalisasi untuk perawatan pasien yang lebih baik.

“Mengidentifikasi dan memilah pasien yang terinfeksi dengan varian yang meningkatkan penularan virus dan mengurangi perlindungan vaksin sangat penting untuk mengendalikan penyebaran penyakit. Revealr melampaui metode deteksi COVID sederhana, seperti kit antigen yang umum digunakan, untuk mengidentifikasi strain SARS-CoV-2 yang menginfeksi pasien,” kata Chaput seperti dilansir dari Futurity, Kamis (11/8/2022).

Tim menganalisis 34 sampel klinis yang dikumpulkan pada awal, pertengahan, dan akhir 2021 di UCI Medical Center dari pasien yang mengalami gejala COVID-19. RNA diisolasi dari usapan nasofaring, dan varian SARS-CoV-2 yang benar diidentifikasi dalam setiap kasus.

“Meskipun Revealr dikembangkan sebagai uji deteksi COVID, langkah selanjutnya adalah memperluas ke infeksi saluran pernapasan lain yang memiliki gejala yang sama dengan COVID-19, seperti influenza,” kata Chaput.

Menurut dia, kemampuan untuk membedakan mutasi titik tunggal dalam urutan genetik DNA atau RNA membuatnya cocok untuk genotipe apa pun, termasuk kanker. Di luar kesehatan manusia, Revealr dapat digunakan dalam aplikasi forensik atau pertanian yang saat ini mengandalkan pengurutan DNA.

Para peneliti telah mengajukan permohonan paten pada genotipe Revealr. The Chao Family Comprehensive Cancer Center Experimental Tissue Shared Resource mendukung pengambilan sampel klinis.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile