Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

 

11 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kengerian yang akan Terjadi Jika PLTN Zaporizhzhia Meledak

Jumat 12 Aug 2022 22:50 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Christiyaningsih

FILE - Unit pembangkit listrik di pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia di kota Enerhodar, di selatan Ukraina, ditampilkan pada 12 Juni 2008.

FILE - Unit pembangkit listrik di pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia di kota Enerhodar, di selatan Ukraina, ditampilkan pada 12 Juni 2008.

Foto: AP/Olexander Prokopenko
Ketegangan Rusia dan Ukraina dapat meledakkan PLTN Zaporizhzhia dan berakibat fatal

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Rusia dan Ukraina saling menuduh satu sama lain menembaki pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia di Ukraina. Serangan di kawasan Ukraina selatan di Sungai Dnieper itu dikhawatirkan akan meledakkan pembangkit nuklir terbesar di Eropa. 

 

Daripada ledakan inti reaktor, para ahli lebih khawatir tentang kerusakan sistem yang mendinginkan kolam bahan bakar bekas dan reaktor. Jika pendinginan gagal, kondisi ini dapat menyebabkan penumpukan panas yang tidak terkendali. Maka kehancuran dan kebakaran dapat melepaskan serta menyebarkan radiasi dari struktur penahanan.

Baca Juga

“Kami sebagian besar takut akan pelepasan radiasi, belum tentu ledakan. Meskipun itu terlihat menakutkan, pelepasan radiasi, bagaimanapun juga, akan menjadi bencana besar,” seorang Mahasiswa PhD di Departemen Studi Perang di King's College London, Amelie Stoetzel dikutip dari Aljazirah, Jumat (12/8/2022).

Stoetzel mengharapkan evakuasi segera tapi ada kesulitan dalam mengakses fasilitas medis karena kemungkinan akan ada lonjakan pasien. Sebab ketika ada insiden kecelakaan radiasi, banyak orang yang muncul dengan gejala keracunan radiasi, termasuk karena ketakutan dan kepanikan. Memang banyak warga sudah meninggalkan daerah itu, tapi masih banyak orang yang tertinggal.

“Akan ada banyak orang yang bergegas ke rumah sakit dan bergegas keluar dari daerah itu, yang akan menjadi masalah. Akan ada kebingungan dalam perang yang sedang berlangsung, mengevakuasi orang sangat sulit,” tambahnya.

Menurut para ahli, bagi banyak orang ketakutan akan radiasi bisa lebih berbahaya daripada radiasi itu sendiri. Lalu yang paling problematis bagi pemerintah setempat terkait menangani pasien dalam jumlah banyak.

“Kami dapat melihat peningkatan pada pasien karena gejala psikologis yang terkait dengan pengetahuan bahwa radiasi mungkin bocor dari pembangkit listrik tenaga nuklir di dekatnya,” tutur Stoetzel.

Seorang profesor di Sekolah Kebijakan Publik dan Urusan Global Universitas British Columbia, Ramana, mengatakan gumpalan yang mengandung bahan radioaktif tidak dapat diprediksi ke mana perginya tergantung pada kondisi cuaca. Mengingat lokasi geografis pabrik, pelepasan radiasi dapat menghantam bagian mana pun di benua Eropa.

“Zaporizhzhia ada di tengah benua. Jadi ke mana pun angin bertiup, seseorang akan terkontaminasi,” kata Ramana.

Menurutnya apabila pembangkit nuklir Zaporizhzhia benar-benar meledak atau kebakaran, kebocoran radiasi dapat menyebabkan bencana jangka panjang. Kemungkinan banyak orang akan terpapar dan langsung jatuh dan mati. Namun ada korban psikologis yang besar, tepat di atas korban psikologis dari perang itu sendiri.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile