Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

 

7 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

40 Ribu Suporter Chelsea Tandatangani Petisi Agar Wasit Ini tak Lagi Pimpin Laga The Blues

Senin 15 Aug 2022 05:19 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Wasit Anthony Taylor memberikan kartu merah kepada pelatih kepala Chelsea Thomas Tuchel saat pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Chelsea dan Tottenham Hotspur di Stadion Stamford Bridge di London, Ahad, 14 Agustus 2022.

Wasit Anthony Taylor memberikan kartu merah kepada pelatih kepala Chelsea Thomas Tuchel saat pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Chelsea dan Tottenham Hotspur di Stadion Stamford Bridge di London, Ahad, 14 Agustus 2022.

Foto: AP/Ian Walton
Sejak delapan tahun lalu, wasit ini sudah membuat kubu Chelsea kesal.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Penggemar Chelsea FC menunjukkan ketidakpuasan pada kinerja wasit Anthony Taylor. Mereka menandatangani petisi agar sang pengadil tak lagi memimpin pertandingan the Blues di masa depan.

 

Sudah lebih dari 40 ribu orang berpartisipasi dalam petisi tersebut. Sebelumnya Taylor menjadi wasit utama ketika skuad polesan Thomas Tuchel jumpa Tottenham Hotspur pada pekan kedua Liga Primer Inggris musim 2022/23. Duel di Stadion Stamford Bridge, menjelang Senin (15/8) dini hari WIB, berkesudahan imbang 2-2.

Baca Juga

Chelsea lebih mendominasi. Namun Spurs selalu bisa menyamakan kedudukan. Tuchel melihat dua gol tim tamu seharusnya tidak disahkan alias penuh kontroversi. 

Pertama, Richarlison dinilai berada dalam posisi offside saat Pierre-Emile Hojbjerg melepaskan tembakan. Pelatih asal Jerman itu juga mempermasalahkan keputusan Taylor yang tidak memberikan tendangan bebas untuk timnya, ketika Kai Havertz ditekel oleh Rodrigo Bentancur. Kejadian tersebut berlangsung beberapa detik sebelum gol Hojbjerg.

Berlanjut ke gol kedua Tottenham. Gol ini dicetak lewat sebuah skema tendangan pojok. Umpan yang dikirimkan Ivan Perisic, disambar Harry Kane dengan sundulan, merobek jala Edouard Mendy.

Rupanya saat para pemain kedua tim berduel di kotak penalti, bek tubu tamu, Cristian Romero kedapatan menarik rambut penggawa Chelsea, Marc Cuccrella. Wasit sempat berkoordinasi dengan petugas VAR. Setelahnya ia memutuskan tak tejadi pelanggaran.

Berbagai situasi di atas memancing reaksi pendukung tuan rumah. Mereka membuat petisi menyinggung kesalahan Taylor lewat akun CFC Dubois. Penggemar melihat pria kelahiran Manchester itu sudah berulang kali melakukan kesalahan ketika terlibat dalam pertandingan the Blues.

"Taylor memiliki agenda melawan Chelsea, dan seharusnya tidak diizinkan menjadi wasit dalam pertandingan yang melibatkan klub ini lagi," demikian bunyi pesan di petisi tersebut, dikutip dari Talksport.

Kotroversi juga terjadi saat Taylor memimpin beberapa laga London Biru di masa lalu. Pertama ketika klub tersebut bertemu West Browich Albion di pentas Liga Primer, pada Januari 2016.

Saat itu pelatih interim Chelsea, Guss Hiddink sampai mengatakan Taylor salah satu wasit terburuk yang pernah dilihatnya, selama ia berkarier di negeri Ratu Elisabeth. Lalu saat the Blues jumpa Liverpool di pentas Piala FA, pada September 2021.

Jauh sebelumnya, pada 2014, Taylor juga sampai meminta maaf kepada pelatih Chelsea itu saat itu, Jose Mourinho. Itu karena kebijakannya yang tidak memberikan penalti kepada the Blues ketika jumpa Southampton.

 

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile