Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

11 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pemkot Surabaya Siapkan Tempat Isolasi untuk Pasien Cacar Monyet

Rabu 31 Aug 2022 06:40 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Muhammad Hafil

Pemkot Surabaya Siapkan Tempat Isolasi untuk Pasien Cacar Monyet. Foto:   Pseudo-pustula menjadi gejala baru cacar monyet. (ILUSTRASI)

Pemkot Surabaya Siapkan Tempat Isolasi untuk Pasien Cacar Monyet. Foto: Pseudo-pustula menjadi gejala baru cacar monyet. (ILUSTRASI)

Foto: www.freepik.com
Tempat isolasi pasien cacar monyet disiapkan Pemkot Surabaya.

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA -- Pemerintah Kota Surabaya meningkatkan kewaspadaan terkait penyebaran Virus Cacar Monyet atau Monkeypox. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pun meminta seluruh masyarakat Kota Pahlawan untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Meski Kota Surabaya belum mencatatkan adanya kasus Monkeypox, namun telah menyiapkan lokasi isolasi atau karantina bagi pasien yang ditempatkan di RSUD dr. Soewandhie.

“Surabaya masih nol, kalau ditemukan kita langsung lakukan isolasi dan kita sudah siapkan juga lokasinya. Kita juga sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jatim,” kata Eri, Rabu (31/8/2022).

Baca Juga

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Nanik Sukristina menjelaskan langkah-langkah pencegahan terhadap Virus Cacar Monyet. Nanik menyarankan masyarakat untuk memasak daging dengan sempurna, menghindari kontak fisik atau menjaga jarak dengan orang yang sedang sakit, terutama yang mempunyai gejala menyerupai Cacar Monyet.

Selanjutnya, kata Nanik, bagi warga yang sedang dalam kondisi kurang sehat, bisa menjaga jarak dengan masyarakat, serta memakai masker, dan tidak bepergian ke tempat umum. Nanik menjelaskan cara mendeteksi penyakit Cacar Monyet adalah dengan mengenali tanda dan gejalanya. Di antaranya demam tiba-tiba dengan suhu tubuh di atas 38,5 derajat celcius, nyeri otot, sakit kepala, lemas, pembengkakkan kelenjar getah bening terutama pada daerah leher dan ketiak, dan ruam pada kulit terutama pada lipatan kulit.

Nanik mengaku, upaya promosi kesehatan melalui sosialisasi tentang kewaspadaan terhadap penyakit Monkeypox sudah dilakukan Dinkes Kota Surabaya kepada masyarakat. Sosialisasi kepada masyarakat, rumah sakit, perawat klinik Kota Pahlawan, serta melalui media sosial milik Dinkes Kota Surabaya.

“Untuk penanganannya, apabila virus tersebut menjangkit warga Kota Surabaya akan dilakukan pelacakan kasus beserta kontak eratnya, serta dilakukan pengambilan sampel bagi kasus untuk dikirim dan diperiksakan ke Laboratorium Rujukan Nasional BKPK Kemenkes RI dan Laboratorium Institut Pertanian Bogor (IPB)” ujarnya.

Lebih lanjut, apabila ditemukan kasus yang diduga Cacar Monyet, maka pasien tersebut akan dirujuk ke Rumah Sakit rujukan yang memiliki ruang isolasi khusus. Ia pun mengimbau masyarakat Kota Surabaya untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala mirip penyakit Cacar Monyet atau pernah melakukan kontak dengan pasien Cacar Monyet.

“Serta melaporkan ke Puskesmas terdekat apabila ditemukan seseorang yang mengalami gejala seperti penyakit Cacar Monyet,” ujarnya.

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile