Sunday, 3 Jumadil Awwal 1444 / 27 November 2022

Sunday, 3 Jumadil Awwal 1444 / 27 November 2022

3 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Florent Sinama-Pongolle, Striker Liverpool yang Alami Nasib Sial di Liga Champions

Selasa 27 Sep 2022 00:02 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Israr Itah

Florent Sinama Pongolle saat masih membela Liverpool.

Florent Sinama Pongolle saat masih membela Liverpool.

Foto: EPA/GEOFF CADDICK
Sinama-Pongolle kehilangan medali juara Liga Champions bersama Liverpool.

REPUBLIKA.CO.ID, LIVERPOOL -- Tidak semua pemain merasakan kesuksesan ketika Liverpool menjadi juara Liga Champions pada 2005. Pemain tersebut adalah striker Florent Sinama-Pongolle, yang menelan pil pahit karena tidak bisa membela timnya di final melawan AC Milan.

Sinama-Pongolle tidak bisa tampil dalam pertandingan di Istanbul, karena mengalami cedera ACL pada Januari tahun itu, yang membuatnya absen selama sisa musim 2004/05. 

Baca Juga

Pemain berusia 37 tahun itu mencetak gol penting dalam perjalanan the Reds mencapai final. Ia membantu kebangkitan Liverpool di babak kedua melawan Olympiakos untuk melaju ke fase gugur. Liverpool tertinggal dari klub asal Yunani tersebut di babak pertama, dan harus memenangkan pertandingan itu setidaknya dengan unggul dua gol. Liverpool kemudian melanjutkan comeback dramatis terbesar yang pernah ada dalam sejarah Liga Champions melawan Milan.

Sayang, Sinama-Pongolle, salah satu dari sedikit pemain yang gagal terbang ke Istanbul, dan menonton timnya berjuang dari layar televisi. Nasib sial belum selesai sampai di situ. Medali dan replika trofi milik Sinama-Pongolle hilang karena pencurian di rumahnya saat tugas internasional.

"Mereka menemukan orang yang mencurinya, tapi saya tidak pernah mendapatkan kembali barang saya. Saya berniat meminta medali itu ke UEFA dan piala yang kecil," kata Sinama-Pongolle, dikutip dari Liverpool Echo, Senin (26/9/2022).

Namun kehilangan medali itu bukan kekecewaan terbesarnya. Sampai saat ini dirinya lebih kecewa karena tidak tampil dalam pertandingan final dan juga perayaan menggunakan bus, karena berada di penerbangan yang berbeda. ''Saya tidak menyukai ini,'' ujarnya. 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile