Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

10 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Dalam Tiga Bulan, TikTok Hapus 113 Juta Video

Kamis 29 Sep 2022 18:10 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Christiyaningsih

 TikTok menghapus lebih dari 113 juta video antara April dan Juni tahun ini. Ilustrasi.

TikTok menghapus lebih dari 113 juta video antara April dan Juni tahun ini. Ilustrasi.

Foto: AP/Martin Meissner
TikTok menghapus lebih dari 113 juta video antara April dan Juni tahun ini

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – TikTok menghapus lebih dari 113 juta video antara April dan Juni tahun ini. Kabar tersebut diungkapkan selama laporan transparansi triwulan perusahaan.

Meskipun jumlah video yang dihapus platform karena pelanggaran kebijakan sedikit meningkat dari beberapa bulan pertama tahun 2022, angka itu menurun dibandingkan dengan jumlah konten yang dibagikan di TikTok. Sebab, 113 juta hanya mewakili satu persen dari total video yang diunggah selama periode tiga bulan.

Baca Juga

Menurut laporan, alasan yang paling umum dari penghapusan vide adalah melanggar kebijakan seputar keamanan kecil yang menyumbang hanya di bawah 44 persen video yang dihapus. Alasan umum lainnya termasuk kegiatan ilegal dan barang-barang yang diatur serta konten tidak senonoh dan aktivitas seksual.

Terlihat semakin banyak video yang dihapus oleh TikTok dengan sistem otomatis platform, sekitar 48 juta video pada kuartal terakhir. Hampir 96 persen video dalam periode tiga bulan dihapus sebelum pengguna melaporkannya ke TikTok. Perusahaan mengatakan menggunakan alat otomatis dan tinjauan manusia untuk menyaring konten yang melanggar pedoman pengguna.

“Memanfaatkan pembelajaran mesin sangat berdampak dalam hal melawan informasi yang salah yang berbahaya. Kami memperluas kapasitas kami untuk beralih dengan cepat pada sistem kami mengingat sifat misinformasi yang berubah dengan cepat, terutama selama krisis atau peristiwa, misalnya perang di Ukraina atau pemilihan umum,” kata laporan yang dilansir The Verge, Kamis (29/9/2022).

Awal tahun ini ketika Rusia menginvasi Ukraina, TikTok berjuang untuk menahan penyebaran konten perang yang menyesatkan dan palsu yang berkembang biak di platform. Pada akhirnya platform melarang video dari Rusia dan memperkenalkan label media pemerintah.

Dalam persiapan untuk pemilihan paruh waktu Amerika Serikat (AS) pada November, TikTok mengumumkan pekan lalu akan melarang semua penggalangan dana politik dan mengharuskan akun pemerintah, politisi, dan partai politik untuk mengajukan verifikasi di platform. Pengumuman ini merupakan bagian dari upaya yang lebih besar oleh TikTok untuk mengendalikan misinformasi pemilu dan iklan politik.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile