Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

6 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Deteksi Dini Penyakit Jantung Penting Banget, Terutama Buat yang Sudah Berusia 40

Kamis 29 Sep 2022 11:09 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Nyeri dada dapat menjadi pertanda serangan jantung (ilustrasi). Deteksi dini penyakit jantung perlu dilakukan bagi orang yang berusia 40 tahun ke atas serta yang memiliki risiko tinggi.

Nyeri dada dapat menjadi pertanda serangan jantung (ilustrasi). Deteksi dini penyakit jantung perlu dilakukan bagi orang yang berusia 40 tahun ke atas serta yang memiliki risiko tinggi.

Foto: www.freepik.com.
Deteksi dini penting untuk mengetahui lebih awal kemungkinan adanya gangguan jantung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan Hari Jantung Sedunia yang diperingati setiap tanggal 29 September menjadi pengingat mengenai pentingnya deteksi dini. Ini diperlukan untuk mengetahui lebih awal kemungkinan adanya gangguan jantung.

"Peringatan Hari Jantung Sedunia tentunya akan jadi momentum penting untuk pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah, yang merupakan masalah kesehatan amat penting di Indonesia, salah satunya terkait pentingnya deteksi dini," kata Prof Tjandra dikonfirmasi dari Jakarta, Kamis (29/9/2022).

Baca Juga

Direktur Pascasarjana Universitas Yarsi itu mengatakan deteksi dini atau skrining penyakit jantung sangat dianjurkan pada orang-orang usia di atas 40 tahun. Demikian juga pada kelompok risiko tinggi, misalnya pada mereka yang memiliki hipertensi atau diabetes.

"Masyarakat, terutama mereka yang merupakan kelompok risiko tinggi, perlu memeriksakan diri secara teratur, sehingga kalau ada perubahan dapat segera dideteksi," kata Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Prof Tjandra mengatakan, momentum peringatan Hari Jantung Sedunia juga perlu dimanfaatkan untuk melakukan sejumlah langkah strategis terkait pengendalian penyakit jantung. Momentum ini perlu digunakan untuk sedikitnya tiga hal.

"Pertama mengingatkan dan meningkatkan pola hidup sehat untuk menjaga jantung tetap sehat seperti olahraga teratur atau beraktivitas fisik, tidak merokok, mengelola stres dan lain sebagainya," katanya.

Kedua, masyarakat perlu diingatkan untuk secara berkala melakukan pemeriksaan gula darah, kolestero,l dan tekanan darah. Pemeriksaan penunjang lainnya juga diperlukan untuk memastikan kondisi kesehatannya.

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile