Tuesday, 5 Jumadil Awwal 1444 / 29 November 2022

Tuesday, 5 Jumadil Awwal 1444 / 29 November 2022

5 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Korban Selamat Insiden Kanjuruhan yang Alami Trauma Wajib Diberikan Pendampingan

Selasa 04 Oct 2022 16:01 WIB

Red: Nora Azizah

Korban selamat dari insiden yang mengalami trauma dan kondisi kesehatan mentalnya mengkhawatirkan sebaiknya diberi pendampingan kelompok dan pemeriksaan individual oleh profesional.

Korban selamat dari insiden yang mengalami trauma dan kondisi kesehatan mentalnya mengkhawatirkan sebaiknya diberi pendampingan kelompok dan pemeriksaan individual oleh profesional.

Foto: EPA-EFE/MAST IRHAM
Korban yang mengalami trauma sebaiknya menjalani pemeriksaan dengan profesional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Psikolog klinis Rininda Mutia mengatakan, korban selamat dari insiden yang mengalami trauma dan kondisi kesehatan mentalnya mengkhawatirkan sebaiknya diberi pendampingan kelompok dan pemeriksaan individual oleh profesional. "Jika kondisi kesehatan mental para penyintas cukup mengkhawatirkan sebaiknya selain ada pendampingan kelompok, dilakukan juga pemeriksaan individual dengan profesional, bisa psikolog ataupun psikiater," ujar Rininda, psikolog dari Himpunan Psikologi Indonesia dan Ikatan Psikolog Klinis Indonesia, Selasa (4/10/2022).

Insiden memilukan terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022), yang menewaskan 131 orang, termasuk anak-anak. Rininda mengatakan, proses penyembuhan trauma untuk korban insiden bervariasi, tergantung dari bentuk trauma dan karakteristik orang yang mengalami trauma. Langkah yang dilakukan untuk mendampingi korban insiden meliputi prosedur yang spesifik, ujar dia, mulai dari asesmen, intervensi, hingga evaluasi.

Baca Juga

"Jadi bukan hanya ditemani atau diajak ngobrol tapi proses menemani dan mengajak ngobrolnya punya tujuan spesifik," kata Rininda.

Dia menambahkan, proses penyembuhan trauma untuk korban insiden juga bergantung dari setiap individu. Dua orang yang terlibat dalam insiden yang sama bisa jadi membutuhkan waktu dengan durasi berbeda agar bisa betul-betul pulih dari trauma.

"Seseorang yang mengalami kejadian sama bisa punya penghayatan yg berbeda, bisa menghasilkan trauma yang berbeda pula," jelas salah satu pendiri lembaga kesehatan mental dan psikologi Amanasa Indonesia.

Rininda menambahkan meski memori takkan hilang, yang bisa diusahakan adalah menurunkan intensitas emosi ketika mengingat peristiwa penuh trauma agar tidak terasa terlalu menyakitkan.

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile