Selasa 31 Oct 2023 19:58 WIB

Pendapatan Meningkat, Rugi Bersih Kimia Farma Menyusut di Kuartal III 2023

Produk generik juga menjadi kontributor pendongkrak pertumbuhan pendapatan KAEF.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ahmad Fikri Noor
Aktivitas karyawan di Klinik Kimia Farma Jakarta, Senin (18/9/2023).
Foto: Dok Republika
Aktivitas karyawan di Klinik Kimia Farma Jakarta, Senin (18/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Kimia Farma Tbk (KAEF) membukukan pendapatan konsolidasi hingga kuartal III 2023 sebesar Rp 7,72 triliun, meningkat 8,15 persen dari tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 7,13 triliun. Pertumbuhan ini ditopang oleh pertumbuhan penjualan produk etikal yang meningkat 12,25 persen, yaitu sebesar Rp 2,89 triliun dari tahun sebelumnya Rp 2,58 triliun. 

Produk generik juga menjadi kontributor pendongkrak pertumbuhan pendapatan emiten bersandi KAEF tersebut. Penjualan produk generik pada kuartal III 2023 menembus Rp 1,82 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,43 triliun atau tumbuh 27,17 persen. 

Baca Juga

"Pertumbuhan ini mencerminkan upaya perseroan dalam memenuhi dan menjaga ketersediaan produk generik bagi masyarakat di Apotek Kimia Farma maupun apotek, rumah sakit, dan toko obat pihak ketiga," kata Direktur Utama KAEF David Utama melalui siaran pers, Selasa (31/10/2023). 

Penjualan produk Over The Counter (OTC) secara konsolidasi tumbuh stabil sebesar 2,56 persen dari Rp1,62 triliun pada kuartal III 2022 menjadi Rp 1,66 triliun pada kuartal III 2023. KAEF terus memantapkan pengembangan bisnisnya melalui roadmap produk yang lebih inovatif, salah satunya produk kategori OTC.