Selasa 25 Feb 2025 21:33 WIB

Iffah, Pembeda antara Manusia dan Hewan

Kekuatan iffah perlu dipulihkan di tengah masyarakat yang dekaden moral.

ILUSTRASI Pengendalian diri itu penting.
Foto: dok wallpaperfree
ILUSTRASI Pengendalian diri itu penting.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap orang pasti mempunyai kemampuan untuk menahan diri, walau anak kecil sekalipun. Menahan diri dari keinginan-keinginan yang kalau sekiranya terus diikuti tak akan pernah ada puasnya. Itulah yang dinamakan 'iffah, sebagaimana didefinisikan Ibnu Maskawaih di dalam kitabnya, Tahdzibul Akhlak.

'Iffah berarti suatu kemampuan yang dimiliki manusia untuk menahan dorongan hawa nafsunya. Ini merupakan keutamaan yang dimiliki manusia ketika ia mampu mengendalikan syahwat dengan akal sehatnya.

Baca Juga

Dari sifat 'iffah inilah lahir akhlak-akhlak mulia seperti sabar, qana'ah, adil, jujur, dermawan, santun, dan perilaku terpuji lainnya. Sifat 'iffah ini pulalah yang membuat manusia menjadi mulia. Sekiranya manusia sudah tidak lagi memiliki sifat ini, maka tidak ubahnya dia seperti binatang. Karena, ketika seseorang mampu memfungsikan 'iffah-nya, berarti akal sehatnya bekerja dengan baik.

Dan akal inilah yang membedakan manusia dengan binatang. Tetapi, ketika 'iffah sudah hilang dari dalam diri, berarti akal sehatnya sudah tertutup oleh nafsu syahwatnya, ia sudah tidak mampu lagi membedakan mana yang benar dan salah, mana baik dan buruk, yang halal dan haram.

Allah SWT berfirman, ''Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian ('iffah diri)-nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya.'' (QS 24: 33).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Ketika manusia sudah mencapai kematangan alat reproduksinya, dan sudah saatnya untuk memenuhi kebutuhan biologisnya (syahwatnya), maka dengan sifat 'iffah yang dimilikinya ia mampu untuk menahan diri dari berzina, sehingga pada saatnya kelak, Allah memberikannya kecukupan harta untuk menikah. Tetapi, sekiranya 'iffah itu hilang, maka perzinahan sudah pasti tak terelakkan lagi.

'Iffah pada diri manusia merupakan sifat potensial yang harus dididik sedemikian rupa sehingga bisa menjadi benteng dalam menjaga kemuliaan eksistensi dirinya. 'Iffah tidak bisa diraih hanya dengan mempelajari teori. 'Iffah hanya bisa diraih dengan pendidikan jiwa (tarbiyyatu al-nafs) dengan amal-amal saleh sejak kecil.

sumber : Hikmah Republika oleh Arif Rahman Hakim
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement