Rabu 26 Feb 2025 19:18 WIB

PSIM Juara Liga 2, Kalahkan Bhayangkara FC 2-1 pada Partai Final yang Panjang di Solo

Laga final Liga 2 sempat tertunda hujan dan harus melalui babak perpanjangan waktu.

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah
Pesepak bola PSIM Yogyakarta Rio Hardiawan (kedua kiri) berebut bola dengan pesepak bola Bhayangkara Dendy Sulistyawan (kiri) saat pertandingan final Pegadaian Liga 2 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Rabu (26/2/2025).
Foto: ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
Pesepak bola PSIM Yogyakarta Rio Hardiawan (kedua kiri) berebut bola dengan pesepak bola Bhayangkara Dendy Sulistyawan (kiri) saat pertandingan final Pegadaian Liga 2 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Rabu (26/2/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PSIM Yogyakarta tampil sebagai juara Liga 2 2024/2025 lewat pertarungan pada laga final yang melelahkan. Setelah babak kedua sempat tertunda lebih dari satu jam akibat hujan dan harus melalui babak perpanjangan waktu, PSIM keluar sebagai pemenang dengan mengalahkan Bhayangkara FC 2-1 di Stadion Manahan, Solo, Rabu (26/2/2025) malam.

"Alhamdulillah ini kerja keras semua pemain, semua pelatih, semua manajemen alhamdulillah kita bisa meraih kemenangan. Terima kasih semua kepada Brajmusti dan masyarakat Yogya," kata kapten PSIM Rendra Teddy selepas laga.

Baca Juga

"Juara ini untuk semua suporter PSIM," imbuh pelatih PSIM Erwan Hendarwanto dalam wawancara dengan official broadcaster.

Laskar Mataram sempat memimpin 1-0 lewat gol cepat Rafinha pada menit sembilan melalui tendangan bebas. Babak kedua berjalan sekitar satu menit laga dihentikan karena hujan deras. Lapangan yang tergenang air tak memungkinkan pertandingan diteruskan.

Setelah lebih satu jam akhirnya laga diteruskan. Pada babak kedua Bhayangkara menyamakan kedudukan 1-1 melalui Felipe pada menit ke-71. PSIM akhirnya memastikan kemenangan pada menit ke-96 tambahan waktu melalui Roken Tampubolon.

Jalannya laga

PSIM, yang mendapatkan dukungan dari kelompok suporternya Brajamusti, menguasai permainan. Menit kesembilan, PSIM mendapatkan tendangan bebas berjarak lima meter dari luar kotak penalti. Rafinha yang menjadi top skorer PSIM maju sebagai eksekutor. Ia menendang bola melewati pagar hidup ke sisi kanan kiper Awan Setho yang sudah berusaha melompat, tapi tak bisa menjangkau si kulit bundar.

Pada pertengahan babak pertama, hujan mulai mengguyur Stadion Manahan, tetapi laga masih dapat diteruskan karena laju bola tidak terganggu genangan air.

PSIM juga mencoba menggandakan keunggulan saat Rafinha melepaskan tembakan melengkung yang kali ini berhasil ditepis Awan Setho. Frengky lantas kembali melepaskan tembakan jarak jauh yang masih melambung tipis di atas mistar gawang PSIM.

Tuan rumah PSIM memiliki dua peluang bagus untuk menambah pundi-pundi golnya. Kali ini tembakan Rafinha dapat ditepis Awan Setho, dan sepakan Rendra Teddy juga dapat diantisipasi sang kiper Bhayangkara. Skor 1-0 untuk keunggulan PSIM menutup babak pertama.

Setelah waktu istirahat babak pertama selesai, kedua tim kembali memasuki lapangan untuk memainkan babak kedua. Namun genangan air yang menyelimuti lapangan dan semakin derasnya hujan membuat wasit Rio memutuskan menunda pertandingan.

Babak kedua baru berjalan satu menit, hujan turun dengan derasnya. Wasit memutuskan menghentikan laga. Panita melakukan penyedotan air agar lapangan tidak tergenang. Wasit mencoba menggulirkan bola, tetapi guliran bola belum normal karena masih ada beberapa sisi lapangan yang tergenang air.

Satu jam lebih hujan mengguyur Stadion Manahan, curah hujan mulai mereda. Usaha terakhir panitia adalah mengeluarkan genangan air dari lapangan dengan mengunakan serokan.

Akhirnya pertandingan dimulai dengan drop ball dari tempat diberhentikannya pertandingan. Kondisi lapangan di sektor sayap belum sempurna karena masih ada genangan air sehingga para pemain sulit untuk menggiring bola.

Pada babak kedua, Bhayangkara FC lebih sering menguasai bola karena mereka dalam keadaan tertinggal. Meski menguasai pertandingan para pemain Bhayangkara tidak memanfaatkan Ilija Spasojevic sebagai penyerang. The Guardian hanya bisa menembak bola dari luar kotak penalti. Para pemain dari kedua tim sering terpeleset karena belum terbiasa dengan kondisi lapangan yang licin.

Menit ke-63, Roken memberikan passing ke Rafinha. Dengan sedikit gocekan berhasil melewati satu pemain. Melihat Roken sudah berlari dan tak terkawal, Rafinha mengembalikan bola kepadanya. Sayangnya Roken terpeleset sehingga tendangannya tidak maksimal.

Bhayangkara menyamakan kedudukan pada menit ke-71. Setelah sejumlah upaya merancang serangan dengan umpan silang, Felipe berhasil menjebol gawang PSIM. Tandukannya ke sisi kanan bawah gawang Suardi membuat bola tak bisa terjangkau. Skor imbang 1-1 bertahan hingga babak kedua usai. Laga harus dilanjutkan pada babak tambahan 2x15 menit.

Pada menit ke-96, Roken melakukan aksi individual dari sisi kiri lapangan. Dangan percaya diri ia melakukan manuver ke dalam kotak. Tembakannya ke gawang terkena kaki pemain Bhayangkara FC yang membuat arah bola tak bisa dijangkau Awan Setho. PSIM unggul 2-1.

Pada tambahan waktu babak kedua, beberapa pemain dari kedua tim mulai berjatuhan dikarenakan keram.Bhayangkara terus berusaha untuk setidaknya menyamakan kedudukan. Namun setelah babak kedua waktu tambahan, ditambah lima menit ekstra, skor bertahan 2-1 untuk kemenangan PSIM.

Meski kalah, Bhayangkara FC sudah dipastikan promosi ke Liga 2 musim depan mendampingi PSIM. Satu tim lagi yang promosi adalah Persijap Jepara.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement