
Sabtu , 13 Aug 2022, 02:25 WIB
Soal RKUHP, Pemerintah Didorong Libatkan Praktisi Hukum

Jumat , 29 Jul 2022, 08:51 WIB
Mahfud MD dan Dewan Pers Bertemu Bahas RKUHP

Selasa , 28 Jun 2022, 22:48 WIB
In Picture: Aksi Mahasiswa Tolak Rancangan KUHP di Gedung Parlemen RI (2)

Selasa , 28 Jun 2022, 22:48 WIB
In Picture: Aksi Mahasiswa Tolak Rancangan KUHP di Gedung Parlemen RI (1)

Selasa , 28 Jun 2022, 18:05 WIB
Polemik Transparansi Draf RKUHP yang Masih Rahasia untuk Publik

Selasa , 28 Jun 2022, 17:13 WIB
Gelar Unjuk Rasa, Mahasiswa Desak Draf RUU KUHP Dibuka

Sabtu , 18 Jun 2022, 23:29 WIB
PB HMI Sebut RKUHP Berpotensi Hambat Demokratisasi

Kamis , 10 Jun 2021, 08:01 WIB
Empat Pasal di RKUHP yang Dinilai Mengkhawatirkan

Rabu , 09 Jun 2021, 22:55 WIB
DPR-Pemerintah Sepakat RKUHP Masuk Prolegnas Prioritas 2021

Rabu , 09 Jun 2021, 22:21 WIB
PPP Tetap Pertahankan Pasal Perzinaan di RKUHP

Rabu , 09 Jun 2021, 00:15 WIB
Pemerintah Gagal Paham Penghapusan Pasal Penghinaan Presiden

Selasa , 08 Jun 2021, 21:07 WIB
Aliansi Nasional Desak Pembahasan RKUHP Secara Transparan

Krisis Konstitusi dari Pasal Penghinaan Presiden di RKUHP
REPUBLIKA.CO.ID, oleh Rizky Suryarandika, AntaraDraf Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) akan mengatur ancaman pidana maksimal 4,5 tahun penjara bagi penghina kepala negara melalui media sosial. Selain kepala negara, masyarakat yang menghina lembaga negara lainnya, termasuk DPR dan MPR, bisa diancam pidana penjara maksimal dua tahun.Peneliti Lembaga Kajian dan Advokasi Independensi Peradilan (LeIP), Muhammad Tanziel Aziezi, meminta pemerintah dan...