Dalam gambar yang disediakan oleh Korps Marinir AS ini, seorang Marinir dengan Satuan Tugas Udara-Tanah Laut Tujuan Khusus-Komando Pusat Respons Krisis (SPMAGTF-CR-CC) bermain dengan anak-anak yang menunggu untuk diproses selama evakuasi di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul , Afghanistan, Jumat, 20 Agustus 2021. Krisis kesehatan di Afghanistan masih mengerikan dan membahayakan nyawa. Ilustrasi.

WHO: Taliban Membahas Krisis Kesehatan Afghanistan yang Mengerikan

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan telah bertemu dengan menteri kesehatan di pemerintahan yang dipimpin Taliban di Afghanistan untuk pembicaraan tentang krisis kesehatan dan kemanusiaan yang mengerikan di negara itu. Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengungkapkan dirinya telah bertemu Qalander Ebad. Ebad adalah bagian dari delegasi Taliban yang mengunjungi Jenewa selama seminggu untuk melakukan pembicaraan dengan lembaga dan...

Zabihullah Mujahid (tengah), juru bicara Taliban saat upacara peluncuran program oleh Taliban untuk menawarkan gandum sebagai imbalan tenaga kerja, di Kabul, Afghanistan, 24 Oktober 2021 (dikeluarkan 25 Oktober 2021). Negara-negara berpengaruh selama ini enggan mengakui pemerintah Taliban.

Pemerintah Taliban Afghanistan Minta Dunia Beri Pengakuan

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL - Penjabat perdana menteri pemerintah Taliban Afghanistan, Mullah Hasan Akhund, pada Rabu (19/1/2022) meminta pemerintah negara-negara untuk secara resmi mengakui pemerintahan Taliban. Ketika berbicara selama konferensi pers di Kabul, Akhund berargumen semua persyaratan sudah dipenuhi Taliban. "Saya meminta semua pemerintah, terutama negara-negara Islam, agar mulai memberi pengakuan," kata Akhund saat tampil pertama kali dalam acara utama di depan...