Harga Emas Terus Melejit, Saatnya All in Gold?
Harga emas secara tahunan sudah naik Rp 618.360 atau 55,52 persen.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Investasi emas semakin menggiurkan akhir-akhir ini mengingat harganya yang naik sangat signifikan dalam waktu singkat. Sejak Desember 2024, harganya sudah naik sekitar Rp 200 ribu dari sekitar Rp 1,5 juta dan saat ini sekitar Rp 1,7 juta per gram.
Ini membuat masyarakat cenderung mengalihkan investasinya pada emas. Anak usaha PT Pegadaian, Galeri 24 memanfaatkan kondisi saat ini dengan terus mendorong minat masyarakat dalam berinvestasi emas.
Kepala Departemen Pemasaran dan CSR Galeri 24 Betty Regina mengatakan Galeri 24 ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memiliki emas dengan harga yang lebih terjangkau, terutama dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu.
"Galeri 24 hadir dalam gelaran Qurma (Qurated Ramadhan Market), sebuah event market Ramadhan dan entertainment yang diselenggarakan Ikigai Creativ di CIBIS Park, Jakarta," ujar Betty dalam keterangan tertulis di Jakarta, Ahad (23/5/2025).
Pengunjung memiliki kesempatan mendapatkan promo emas batangan, perhiasan emas, dan perhiasan berlian dengan diskon hingga lima persen dan ada bagi-bagi emas batangan gratis guna memperkenalkan produk emas batangan kepada generasi muda dalam event Qurma.
"Kadar karatase emas yang dijual Galeri 24 sangat terjamin keaslian serta akurasinya dengan kadar emas batangan 999,9 persen," sambung Betty.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) juga menilai investasi emas merupakan langkah yang tepat seiring tren kenaikan harga emas. BSI menghadirkan layanan investasi emas melalui produk BSI Gold yang aman, mudah, dan tahan terhadap inflasi. Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan emas tetap menjadi pilihan utama investor sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi.
“Kami selalu berkomitmen menghadirkan layanan yang terbaik dan produk-produk yang akan memberikan manfaat positif untuk nasabah. Salah satunya yakni BSI Gold yang merupakan produk dari layanan bank emas atau bullion bank BSI. Apalagi bila melihat tren harga emas dunia yang cenderung meningkat, investasi emas merupakan langkah yang tepat,” ujar Anton dikutip Ahad (23/3/2025).
Berdasarkan data 20 Maret 2025, harga emas di Indonesia menembus Rp1.732.000 per gram, naik Rp19.000 atau 1,11 persen dari hari sebelumnya. Sejak awal tahun 2025 (ytd), harga emas meningkat Rp 263.360 atau 18,33 persen. Secara tahunan (yoy), kenaikannya mencapai Rp 618.360 atau 55,52 persen.
Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven. Harga BSI Emas Digital di platform BYOND by BSI per 20 Maret 2025 mencapai Rp 1.732.000 per gram, naik Rp 19.000 dari Rp 1.713.000 per gram pada 19 Maret 2025. Sementara harga emas Antam mencapai Rp 1.774.000 per gram pada 20 Maret 2025, naik Rp 15.000 dari Rp 1.759.000 per gram pada 19 Maret 2025.
Anton menegaskan, emas adalah instrumen investasi yang tahan terhadap inflasi dan menjadi aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global. Karena itu, BSI semakin menggarap pasar potensial di sektor investasi emas. Pada 26 Februari lalu, BSI telah memperoleh izin sebagai bank emas yang mencakup layanan penitipan dan perdagangan emas.
“BSI telah memiliki izin sebagai bank emas sehingga memungkinkan nasabah melakukan pembelian emas dengan harga yang terjangkau dan aman karena disimpan secara digital dan bisa ditarik menjadi emas batangan dengan cara yang mudah,” katanya.
Dalam enam bulan terakhir, harga emas naik sekitar 22 persen, dari Rp 1,45 juta ke Rp 1,77 juta per gram. Kenaikan ini turut berdampak pada pertumbuhan bisnis emas BSI, terutama melalui platform digital BYOND. Per 19 Maret 2025, penjualan BSI Emas Digital tumbuh secara YoY sebesar 240 persen dan secara MtD hampir 70 persen. Saldo BSI Emas Digital juga meningkat secara (YoY) sebesar 99 persen dan secara YtD sebesar 28 persen.
“Saat ini jumlah nasabah BSI Emas Digital hampir mencapai 200 ribu nasabah. Dengan kondisi harga emas yang terus meningkat dan mendorong masyarakat untuk membeli emas, kami berekspektasi pertumbuhan nasabah BSI Emas Digital akan mencapai peningkatan 2 sampai 3 kali,” papar Anton.
Nasabah dapat mengakses BSI Gold dengan mudah melalui aplikasi BYOND by BSI dan dapat mencetak emasnya di kantor cabang. Produk ini bisa dimulai dengan 5 gram atau setara Rp 8.617.300 yang dapat dicicil. Emas yang dijual memiliki kadar 99,99 persen dengan harga jual dan beli yang kompetitif.
“Total omset bisnis emas BSI saat ini mencapai Rp28,7 triliun. Kami optimis kehadiran BSI sebagai bank emas pertama di Indonesia akan menjadi new game changer untuk memberikan diversifikasi instrumen investasi syariah yang aman, mudah, dan bisa diakses kapanpun dan di manapun,” ujarnya.