Kamis 27 May 2010 23:01 WIB

Pellegrini Kecewa Kebijakan Madrid

Manuel Pellegrini
Manuel Pellegrini

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID--Kebijakan petinggi Real Madrid membuat karir Manuel Pellegrini berakhir tragis. Mantan Pelatih Real asal Madrid yang baru saja dipecat itu mengungkapkan kekecewaanya lantaran tak pernah diberi kekuasaan penuh oleh klub dalam menentukan arah kebijakannya meski telah bersikeras menentukan komposisi tim.

Bahkan ia mengaku tak pernah diberi kesempatan sedikitpun berbicara dengan presiden Florentino Perez. "Pelatih tidak pernah menyuarakan bagaimana kami membutuhkan apa yang kami inginkan, tetapi saya malah bermain dibawah kendali yang mereka inginkan [para dewan]," seru Pellegrini dikutip AS.

"Dia [Perez] yang membawa saya ke Madrid, saya pun tidak bisa memenuhi yang ia inginkan, sungguh sulit mempertahankan hubungan," ujarnya "Ini adalah musim yang sulit."

"Saya tidak berbicara lagi dengannya sejak Agustus. Saya harus lebih memahaminya sebagai presiden dan dia mengenal saya sebagai pelatih, saya bahkan tidak yakin apakah dia orang yang bijak sebagai individu atau sebagai presiden. Saya meninggalkan pekerjaan penting dan sang presiden telah menentukan hanya untuk mengintervensi langsung klub terutama pada pelatih."

"Saya tidak mau mengatakan baik atau buruknya tentang dia. Ketika saya melihat presiden saya akan menjabat tangannya dan mengatakan saya bangga telah melatih Real Madrid dan saya rasa sekarang saya sudah menyelesaikan sebuah pekerjaan penting."

Dalam kesempatan itu, ia juga membeberkan ketidaktahuannya perihal penjualan Wesley Sneijder dan Arjen Robben yang dinilainya menjadi boomerang klub. "Saya menginginkan Sneijder dan Robben bertahan, tapi saya tidak pernah berbincang dengan pihak Real Madrid atas apa yang saya suka, apakah itu Cristiano [Ronaldo] atau Kaka dan juga Sneijder serta Robben," lanjut Pellegrini.

"Mereka memutusakan untuk menjual [Sneijder dan Robben], dan saya rasa itu merupakan langkah yang salah. Saya tidak pernah berselisih dengan presiden. Namun pelatih mestinya berhak menungkapkan apa yang dibutuhkan tim dan pada saat itu saya tak berdaya."

Terakhir, ia menyampaikan kepada majikannya itu, andai ia diberi ruang gerak dalam menetapkan skuad pilihannya, tim akan memenangkan semua laga kandang dan mencetak gol lebih banyak. "Kami tahu, jika tim bermain dengan sayap mungkin ceritanya akan berbeda dan memenangkan 19 laga di Bernabeu serta mencetak 120 gol," tutupnya.

sumber : goal.com
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement