Rabu 29 Dec 2010 07:54 WIB
Final Piala AFF 2010

Mahali Jazuli, Bek Malaysia Keturunan Indonesia

Mahali Jazuli
Mahali Jazuli

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Laga kedua final Piala AFF 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (29/12), sejatinya menjadi momen penting bagi Mahali Jazuli. Bek sayap kanan itu tidak hanya akan tampil memperkuat Malaysia, tetapi juga bermain di tanah kelahiran orangtuanya, Indonesia.

Seperti dikutip surat kabar nasional, Jazuli mengaku bahwa dirinya adalah keturunan Indonesia. "Ayah dan ibu (Masyura) saya memang asli Bawean (Jawa Timur). Sedangkan, saya sudah memperkuat timnas Malaysia sejak Kelompok Umur 15 tahun," kata Mahali yang lahir di Selangor pada 2 April 1989.

Di kesempatan berbeda, Jazuli yang merupakan ayah kandung Mahali membenarkan bahwa mereka bergaris keturunan Jawa. “Mahali memang memilih kewarganegaraan Malaysia. Dia lahir dan besar di sini (Malaysia) sehingga bermain untuk timnas Malaysia,'' katanya. ''Mahalli awalnya tetap WNI, tapi akhirnya ditarik oleh Malaysia.''

Bahkan, klaim Jazuli, ada dua lagi pemain Malaysia yang berdarah Indonesia. Mereka adalah kapten Safiq Bin Rahim dan Mohd Amri Bin Yahyah.

Mahali besok hanya bisa duduk di bangku cadangan menyaksikan rekannya bertarung di lapangan. Bek sayap berusia 21 tahun terkena sanksi akumulasi kartu kuning. ''Saya benar-benar kecewa karena tidak bisa tampil karena terkena sanksi larangan tampil,'' kata Mahali seperti dikutip newstraitstimes.

 

sumber : newstraitstimes
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْ حَاۤجَّ اِبْرٰهٖمَ فِيْ رَبِّهٖٓ اَنْ اٰتٰىهُ اللّٰهُ الْمُلْكَ ۘ اِذْ قَالَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّيَ الَّذِيْ يُحْيٖ وَيُمِيْتُۙ قَالَ اَنَا۠ اُحْيٖ وَاُمِيْتُ ۗ قَالَ اِبْرٰهٖمُ فَاِنَّ اللّٰهَ يَأْتِيْ بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِيْ كَفَرَ ۗوَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَۚ
Tidakkah kamu memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim mengenai Tuhannya, karena Allah telah memberinya kerajaan (kekuasaan). Ketika Ibrahim berkata, “Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan,” dia berkata, “Aku pun dapat menghidupkan dan mematikan.” Ibrahim berkata, “Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat.” Maka bingunglah orang yang kafir itu. Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.

(QS. Al-Baqarah ayat 258)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement