REPUBLIKA.CO.ID, ARIZONA--Dokter yang mengobati Gabrielle Giffords, para anggota Kongres Amerika Serikat yang ditembak kemarin di Tucson, Arizona, mengatakan hari ini mereka "optimis" tentang peluangnya pemulihan.
Dokter bedah di University Medical Center mengatakan Giffords, anggota dari Partai Demokrat berusia 40 tahun, telah bisa berkomunikasi dengan mereka dan bisa mengikuti perintah sederhana, seperti mengangkat dua jari ketika ditanya. Sebuah peluru bersarang di sisi kiri otaknya, kata dokter.
"Ini adalah tentang sebaik-baik yang bisa kita dapatkan," kata Dr Peter Rhee, dokter bedah itu. Giffords telah menjalani operasi untuk mengangkat tulang yang remuk dan beberapa jaringan otak yang rusak, dan masih dalam kondisi kritis.
Enam orang lainnya, termasuk seorang gadis sembilan tahun, seorang hakim federal, dan anggota staf Giffords, tewas ketika pria bersenjata melepaskan tembakan di luar sebuah supermarket di Tucson, mana politisi itu pertemuan dengan konstituennya. Sedikitnya 18 orang menjadi korban.
Pemuda berusia 22 tahun, diidentifikasi oleh penyidik sebagai Jared Lee Loughner, ditangkap di tempat kejadian dan kini dalam tahanan kepolisian federal.
Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan bahwa penembakan di Arizona yang menyebabkan sedikitnya lima orang tewas dan seorang anggota Kongres dari partai Demokrat terluka adalah "tragedi bagi seluruh negara kita".
Dalam pernyataannya di Gedung Putih, Obama menyatakan penembakan di luar sebuah pusat perbelanjaan di negara bagian di AS barat daya itu merupakan "tindakan tak terkatakan". Obama menegaskan penyelidikan penuh atas tragedi itu sedang berlangsung.
"Ini lebih dari tragedi bagi orang-orang yang terlibat. Ini tragedi bagi Arizona, tragedi bagi seluruh negara kita", kata Obama yang menambahkan bahwa ia telah mengirim Direktur FBI Robert Mueller ke Arizona untuk membantu memimpin penyelidikan.
"Kami masih akan mengumpulkam semua fakta. Tapi, kami tahu anggota Kongres Giffords adalah salah satu korban. Ia sekarang di sebuah rumah sakit dan sedang berjuang untuk hidupnya," kata Obama.