REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN--Pasca letusan Merapi yang terjadi pukul 16.00 WIB, lahar dingin mulai membanjiri aliran Kali Kuning. Kali yang memiliki kedalaman sekitar 10 meter dari permukaan jalan, kini mulai dipenuhi lumpur pekat yang mengalir dari lereng Gunung Merapi. Berdasarkan pantauian Republika dari lokasi pada Rabu (3/11) petang, Kali Kuning yang mengarah ke Selatan ini, debit airnya dbercampur lumpur yang masuk ke pintu air, terlihat cukup deras.
Republika yang memantau dari jarak sekitar tujuh klilometer dari puncak Merapi, kesulitan untuk melihat kondisi puncak Merapi secara kasat mata. Ini juga diakui oleh Sri, salah satu tim SAR. ''suasana dipenuhi kabut. Sehinga asap merapi tidak terlihat dengan kasat mata. Kondisi Merapi sulit dipantau dengan alat atau kamera. Karena kondisi yang gelap dan jarak pandang terbatas. Pantauan hanya berdasarkan sensor di puncak lereng,'' papar Sri.
Sementara dari pintu air Kali Kuning sendiri, tercium bau belerang menyengat. Kondisi ini mengharuskan para relawan dan sejumlah wartawan yang meliput harus menggunakan masker. Secara umum kondisi Merapi masih awas, warga pun bersiaga di depan posko-posko bersisap seandainya dievakuasi.