REPUBLIKA.CO.ID, CILEGON--Angin kencang yang terjadi pada Selasa sore sekitar pukul 17:30 WIB di Lingkungan Cidangdang, Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, memporakporandakan jaringan listrik.
"Angin datang secara tiba-tiba diatas atap rumah warga, namun hanya beberapa rumah warga yang bagian atapnya rusak, kata Husein Saidan, warga Rawa Arum. Kecamatan Grogol, Cilegon, Selasa.
"Sejumlah rumah tetangga saya atapnya terbang, tetapi tidak merusak konstruksi bangunan rumah itu sendiri," kata Husein menjelaskan kondisi bangunan rumah setelah anging kencang.
Namun beberapa pohon yang berada di lahan lapang tumbang, akibat terkena terpaan angin kencang yang bertiup selama 5 menit. "Untungnya hanya pohon, dan anginnya pun tidak lama, setelah itu hilang," ujarnya.
Senada diungkapkan oleh Muhamad Nur. Menurut bapak dua orang anak ini, angin kencang yang terjadi baru kali pertama. "Kami kaget, ketika mendengar tetangga keluar rumah dan berteriak-teriak dengan ucapan 'angin puting beliung'," katanya. Dia melihat angin kencang yang berputar-putar membuat sejumlah kabel listrik yang ada diatap rumah bersentuhan dan menimbulkan percikan api.
Salah seorang warga Citangkil, Kota Cilegon Subhan juga sempat kaget, sesaat sebelum shalat Maghrib, ada angin kencang. "Untungnya di daerah saya tidak ada kejadian, tidak ada rumah yang atapnya beterbangan, atau pohon tumbang, hanya dedaunan pohon Jambu di rumah saya yang berjatuhan," katanya.
Pengamat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Serang, Halim Perdana Kusumah membenarkan telah terjadi angin kencang diatas rata-rata angin pada umumnya. "Betul, angin kencang dengan kecepatan 20 knot keatas, terjadi hampir merata di wilayah Banten," katanya dan menambahkan tipe angin kencang itu hanya beberapa menit saja.