Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

 

29 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Masjid Nur Taqwa di Kabupaten Agam, Surau Tua yang Digunakan Istirahat Para Musafir

Selasa 05 Apr 2022 12:00 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Muhammad Hafil

Masjid Nur Taqwa, Surau Tua yang Digunakan Istirahat Para Musafir

Masjid Nur Taqwa, Surau Tua yang Digunakan Istirahat Para Musafir

Foto: Febrian Fachri / Republika
Musafir sering bertemu di Masjid Nur Taqwa Kabupaten Agam.

REPUBLIKA.CO.ID,  KABUPATEN AGAM- Masjid Nur Taqwa yang terletak di Kelurahan Pasar Baru, Nagari Koto Tuo di Kabupaten Agam termasuk masjid tua yang telah berperan penting bagi sendi kehidupan masyarakat. Masjid ini didirikan pada 1966 silam di tanah yang diwakafkan oleh dermawan dari masyarakat setempat.

 

Semula, masjid ini bernama Surau Koto Tuo. Berubah nama menjadi Masjid Nur Taqwa sejak 90-an setelah di upgrade menjadi masjid.

Baca Juga

"Nama Masjid Nur Taqwa dinilai lebih mempererat hubungan masyarakat. Karena masjid milik bersama umat Islam," kata Ketua Pengurus Masjid Nur Taqwa, Eriswan Karani, Selasa (5/4).

Erisman mengatakan sejak masih menjadi Surau Koto Tuo, tempat ini menjadi rumah ibadah, tempat bersilaturahmi sekaligus tempat musafir beristirahat di malam hari.

Erisman menyebut banyak para pedagang dari berbagai daerah lain menginap di Surau Koto Tuo setiap hari Senin dan Jumat. Karena dua hari itu, adalah hari pasar di Pasar Baru Koto Tuo.

Masjid Nur Taqwa ini kini memiliki bangunan dengan gaya berpaduan Indonesia dan Timur Tengah.

Bangunan masjid bertingkat dua dengan luas 15 x 13 meter persegi, menampung jamaah lebih  kurang 500 orang.

"Dinding masjid, keramiknya itu mirip dengan Masjid Nabawi dahulu. Pintu memiliki ukiran khas Indonesia. Kubah berwarna hijau seperti warna kubah Masjid Nabawi," kata Sekretaris Masjid Nur Taqwa, Abdullah.

Di bulan Ramadhan 1443 H ini, menurut Abdullah, berbagai kegiatan dilaksanakan seperti majelis taklim dan pengajian selepas Sholat Isya, menjelang Sholat Tarawih.

"Pada 10 hari terakhir, selepas Isya kita langsung melaksanakan Shalat Tarawih dengan bacaan ayat Al Qur'an 1 Juz, tidak ada tausiah," kata Abdullah menambahkan. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile