Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

 

29 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Bangun Kemandirian Pangan, Jokowi Ingin Masyarakat Manfaatkan Lahan Kosong

Kamis 07 Jul 2022 06:14 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Gita Amanda

Presiden mengajak seluruh kepala daerah dan juga masyarakat agar memanfaatkan lahan sekecil apapun untuk menanam sehingga produksi kebutuhan pangan terus terjaga. (ilustrasi)

Presiden mengajak seluruh kepala daerah dan juga masyarakat agar memanfaatkan lahan sekecil apapun untuk menanam sehingga produksi kebutuhan pangan terus terjaga. (ilustrasi)

Foto: ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
Jokowi meminta masyarakat memanfaatkan lahan sekecil apapun demi kemandirian pangan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya membangun kemandirian pangan, mengingat adanya ancaman krisis pangan global saat ini. Karena itu, ia pun mengajak seluruh kepala daerah dan juga masyarakat agar memanfaatkan lahan sekecil apapun untuk menanam sehingga produksi kebutuhan pangan terus terjaga.

 

“Saya mengajak kepada seluruh bupati utamanya wali kota untuk memanfaatkan lahan-lahan yang sekecil apapun untuk menanam, untuk berproduksi kebutuhan pangan sehari-hari. Penting. Jangan sampai ada lahan kosong,” kata Jokowi dalam acara puncak peringatan Hari Keluarga Nasional ke-29 tahun 2022 di Medan, Kamis (7/7/2022).

Baca Juga

Jokowi menyampaikan, harga komoditas pangan di seluruh dunia saat ini sedang mengalami kenaikan. Bahkan di beberapa negara kenaikan harga pangan telah mencapai 30-50 persen.

Sementara di Indonesia, menurutnya harga pangan masih terjaga. Ia mencontohkan, harga kebutuhan pokok seperti beras hingga saat ini masih belum mengalami kenaikan karena produksinya terus terjaga.

“Alhamdulillah rakyat kita utamanya petani masih berproduksi beras dan sampai saat ini harganya belum naik, moga-moga tidak naik. Karena stoknya selalu ada dan sudah 3 tahun kita tidak impor beras lagi,” ujar Jokowi.

Namun ia mengingatkan ada beberapa komoditas pangan yang telah mengalami kenaikan harga karena terdampak situasi global, seperti gandum. Jokowi mengatakan, impor gandum Indonesia sangatlah besar yang mencapai hingga 11 juta ton.

Kenaikan harga gandum dunia akibat perang di Ukraina inipun berpengaruh terhadap kenaikan beberapa produksi pangan seperti roti dan mi. Akibatnya, beberapa negara seperti di Afrika dan juga Asia mulai mengalami kekurangan pangan akut dan juga kelaparan.

“Kenapa perang di Ukraina mempengaruhi harga gandum? Karena produksi gandum itu 30 persen 40 persen di negara itu, Rusia Ukraina Belarusia semua ada di situ,” kata dia.

Untuk mengantisipasi ancaman krisis pangan tersebut, Jokowi meminta agar produksi pangan di Indonesia terus terjaga. Sehingga kebutuhan pangan di dalam negeri dapat terus terpenuhi dan tak mengalami kenaikan harga.

“Secara khusus saya mengajak seluruh keluarga di Indonesia terutama di daerah-daerah pedesaan untuk sekali lagi memanfaatkan lahannya untuk bercocok tanam dan beternak. Jangan sampai ada lahan kosong. Gunakan untuk memproduksi kebutuhan pangan sehari-hari dan meningkatkan asupan gizi anak-anak kita,” kata Jokowi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile