Oleh: Muhammad Subarkah, Jurnalis Republika
Imagine there's no heaven
It's easy if you try
No hell below us
Above us only sky
Imagine all the people
Living for today
Imagine there's no countries
It isn't hard to do
Nothing to kill or die for
And no religion, too
Imagine all the people
Living life in peace
Lirik lagu di atas adalah karya master peace yang John Winston Lennon. Dia didengkot kugiran musik asal Liverpool Inggris, The Beatles. Lagu ini abadi dan terus diperdengarkan diberbagai acara penting dengan skala internasional. Bahkan lagu ini sempat dipakai sebagai ‘anthem’ pada waktu pembukaan acara Olimpide di London beberapa tahun silam.
Sama dengan lagunya, sosok Lennon kematiannya juga melegenda. Tepat 39 tahun silam, 08 Desember 1980, selepas siang.Lennon di depan apartemennya ditembak oleh penggemar fanatiknya yang masih berumur 25 tahun, yakni Mark Champan. Tragisnya, Champan pada pagi sebelumnya sempat meminta tanda tangan Lennon dengan menungguinya di luar gedung apartemen tempat tinggalnya yang berada di daerah elit Manhatan, AS.
Entah kesurupan setan mana, selepas tengah hari Champan mendadak berbalik sikap. Banyak orang mengatakan dia stres karena semenjak pagi hari hari itu dia sudah terlihat bolak-balik menunggui Lennon pulang ke apartemennya.
Dan benar saja, berbeda dengan kelakuannya pada pagi hari, dia setelah ketemu Lennon malah menyalakan senjata api berjenis revolver ke arah tubuh sang pujannya itu. Maka Lenon pun rubuh dengan empat lobang luka tembakan ditubuhnya.
Berita John Lennoh tewas ditembak.
Mengerikannya lagi sebelum menembak Lennon dari arah belakang, Chapman sempat bergaya seperti pemburu berdarah dingin alias vampir yang haus darah. Dia menembak sembari memanggilnya dengan teriakan: Hello Lennon? Dan setelah Lennon menoleh, Champan pun segera menarik pelatuk revolver kaliber 38. Dari jarak dekat dia menembak tubuh Lennon tanpa ampun.
Dunia pun geger. Para personel The Beatles yang lain terkejut kehilangan ikon sebuah grup musik yang dianggap terbesar di dunia pada abad ini. Kala itu sahabat sekaligus seterunya Lennon, Paul Mc Cartney misalnya sempat mengurung diri karena terguncang hatinya. Dia sedih sekali.
Setelah Lennon kemudian Gorge Horison dua dekade kemudian menyusulnya. Grup musik yang mempengaruhi anak-anak muda di seluruh dunia, termasuk di sebut Bung Karno sebagai generasi ‘ngak-ngik ngok’ hari ini tinggal dua tersisa, yakni McCartney yang dulu memainkan bas dan Ringo Starr yang bertugas menggebuk drum.
"Sebagai musisi, kalian jadi sering bermimpi di studio atau di panggung, sedang saya sering memimpikan mereka (John Lennon dan George Horisson)," kata McCartney kepada BBC Radio Scotland beberapa waktu lalu.
Selain mereka, tentu saja isteri Lennon, Yoko Ono sangat terpukul. Dan setelah mendengar Chapman hanya divonis hakim hukuman penjara 20 tahun, Yoko mengatakan tak akan memaafkan Champan sampai kapanpun. Kesedihan ini terasa sampai sekarang sehingga membuat Yoko tak mau lagi mencari pria lain, setelah Lennon wafat. Dia memilih hidup menjanda.