JAKARTA -- Kepolisian Republik Indonesia menggandeng Interpol dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk menelusuri bantuan logistik masyarakat Indonesia untuk warga Suriah. Kepolisian menindaklanjuti temuan di media sosial yang menyebut ada bantuan dari lembaga swadaya masyarakat Indonesian Humanitarian Relief (IHR) Foundation yang diduga salah sasaran.
"Kami masih jalin komunikasi untuk konfirmasi, melibatkan Kemenlu, Interpol, dan beberapa instansi lainnya dalam rangka pengumpulan data dan informasi lainnya," ujar Kabagpenum Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (29/12).
Mantan kabid Humas Polda Metro Jaya ini menjelaskan, penelusuran akan dilakukan dimulai dari proses pengumpulan bantuan, cara pengiriman, serta lokasi tujuan bantuan tersebut. Oleh karena itu, kata dia, kepolisian tidak bisa melakukannya sendiri dan harus menggandeng stakeholder lainnya.
"Yang kita lakukan, pengumpulan informasi, apakah alamat ditujukan ke siapa dan apakah ada orang yang ditujukan ke sana, kita lakukan pencarian informasi itu dalam proses verifikasi. Makanya, kita bekerja sama dengan berbagai instansi," ujar dia.
Termasuk, kata dia, bekerja sama dengan Interpol untuk mencari data siapa saja kelompok-kelompok penyandang dana pihak-pihak yang berseteru di Suriah selama ini. Dengan begitu maka akan segera terverifikasi apakah isu yang menyebar di media sosial yang menyeret nama Bachtiar Nasir tersebut benar atau tidak.
"Interpol kan punya data yang mereka kategorikan siapa penyandang dana teroris ini. Apakah IHR terkait terorisme? Itu akan menjadi bagian yang dikaji dalam proses verifikasi," jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian juga mengatakan, untuk memverifikasi informasi bantuan nyasar ini juga menggandeng Badan Nasional Penanganan Terorisme (BNPT). Selain itu, kata Tito, tim siber dari Densus 88 juga turut dilibatkan untuk memverifikasi beredarnya informasi bantuan logistik dari IHR untuk warga Allepo. "Itu apa sedang diselidiki siber dari Densus dan BNPT yang melakukan penyidikan, kalau udah ada hasil kita sampaikan," ujar Tito .
Lewat laman resminya, Direktur IHR Foundation Mathori membantah tudingan bantuan masyarakat Indonesia yang dititipkan lewat pihaknya salah sasaran. Mathori mengatakan, informasi yang menyebut bantuan pihaknya juga turut diterima pasukan milisi Suriah adalah fitnah.
"Beredarnya fitnah yang dialamatkan kepada Indonesian Humanitarian Relief (IHR) Foundation bahwa bantuan kami tidak diberikan kepada rakyat Aleppo, maka kami menilai, tuduhan ini adalah tudingan serius," ujar Mathori.
Mathori mencermati pola fitnah yang dialamatkan ke IHR Foundation bukan barang baru. Ia menuduh fitnah tersebut sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak yang sejak awal tidak ingin warga Indonesia membantu rakyat Suriah.
Mathori menjelaskan, bantuan kemanusiaan kepada masyarakat Suriah via IHR Foundation bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan yang Turki, yakni Insan Hak ve Hürriyetleri Insani Yardim Vakfi (IHH).
"IHH adalah organisasi lembaga kemanusiaan internasional yang telah diakui oleh PBB. IHH pernah menjadi inisiator konvoi kemanusiaan Freedom Flotilla menuju Gaza yang diikuti lembaga dan aktivis kemanusiaan dunia," terang dia. Meski demikian, ujar dia, tidak menutup banyak kemungkinan bisa terjadi di lapangan. Terlebih dalam suasana perang dan konflik. rep: Mabruroh ed: Hafidz Muftisany