Rabu 04 Jan 2017 14:00 WIB

Selamatkan Mata Anda

Red:

JAKARTA -- Copas dari Dokter Specialis Mata. Wajib di baca. Perhatian bagi yang suka membaca di tempat gelap menggunakan PONSEL.

Dalam kegelapan akan menyesal seumur hidup. Setelah mendapat Penyakit Makula, itu berarti sudah menderita Kanker Mata. Hanya menunggu buta, karena obat modern tidak bisa mengobatinya, apalagi menyembuhkan.

Baru-baru ini, semakin banyak pasien berumur 30-40 tahun berobat ke dokter mata, karena sebelum tidur dan setelah lampu dimatikan, masih juga menggunakan Ponsel.

Profesor Li Li, Direktur Rumah Sakit of Ophthalmology mengatakan, sinar menyilaukan yang kuat dari Ponsel bila langsung menyinari mata lebih dari 30 menit, akan menyebabkan penyakit mata degenerasi Makula. Ini akan menyebabkan kerusakan yang cepat dari pandangan mata, khususnya penyakit Makula yang tak dapat disembuhkan.

Setelah lampu mati layar Ponsel terlihat sangat terang dalam kegelapan.  Melihat dari jarak dekat, energi tinggi menyinari mata langsung, akan merusak Makula Mata.

Profesor Li Li mengatakan bahwa gejala Degenerasi Makula kebanyakan adalah orang tua. Namun baru-baru ini ada kecenderungan penderita adalah pasien yang lebih muda. Di antaranya peningkatan Pasien pada usia 20-40 tahun bertambah 3 kali lipat. Sebagian besar adalah pengguna berat Ponsel Pintar / IPAD.

Setelah lampu dimatikan, apakah itu ponsel atau ipad, tidak hanya degenarasi makula, pada awal akan muncul gejala dini mata kering. Yang lebih serius adalah Katarak muncul duluan. Bahkan, kehilangan penglihatan dan menjadi buta.

Gejala awal penyakit, harus diobati dengan laser atau suntikan steroid, baru memiliki kesempatan untuk sembuh. Terima Kasih. Semoga Bermanfaat. Hati hati dengan mata Anda. Karena, mata adalah jendela dunia.

--------

Berita ini sepenuhnya tidak sesuai fakta dan dimuat sebagai bagian dari kampanye Republika melawan hoax. Pada kesempatan kali ini Republika ingin berbagi dengan pembaca untuk merasakan pengalaman mengikuti berita yang bercampur hoax.

Dalam era banjir hoax seperti ini, prinsip-prinsip kerja jurnalistik dalam menyebarkan berita harus terus ditegakkan.

Ini adalah berita bohong (hoax) yang diambil dari situs  gudanghoax.com. Berita ini diunggah di situs tersebut pada 15 November tahun lalu.

Berita hoax ini sengaja ditayangkan sebagai bentuk kampanye Republika menolak berita bohong yang belakangan marak beredar dan meresahkan masyarakat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement