Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengakui, upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI melakukan perbaikan birokrasi diklaim cukup berhasil. Menurut dia, banyak keberhasilan yang diraih dalam meningkatkan kualitas layanan publik.
Meski begitu, dia mengakui, capaian yang sudah diraih Pemprov DKI tidak luput dari kekurangan. Karena itu, ia berharap jajarannya memetik pembelajaran agar pembangunan di Ibu Kota pada 2017 lebih baik daripada tahun kemarin.
"Pemerintah sudah sangat berusaha membangun Jakarta, berusaha sekali dalam pelayanan publik. Memang banyak keberhasilan dan kelebihan. Kita memetik intisari agar diberkati sehingga dapat meraih kesuksesan lebih baik pada 2017," ujarnya, di Jakarta, kemarin.
Sumarsono mengajak seluruh masyarakat untuk saling memaafkan kesalahan satu sama lain yang terjadi sepanjang tahun 2016. Hal itu perlu dilakukan supaya kehidupan di masyarakat lebih harmonis dan bisa berakibat baik bagi pembangunan manusia.
"Karena kita sebagai manusia, pasti tidak akan pernah luput dari salah dan dosa. Untuk itu, mari kita saling memaafkan. Semua kekurangan harus kita perbaiki di tahun yang baru ini," ujar Sumarsono.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat juga berharap pada 2017, kinerjanya bisa lebih baik daripada tahun lalu. Program-program pelayanan masyarakat akan coba dimaksimalkan. Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede mengatakan, Pemkot Jakarta Pusat harus bisa menunjukkan capaian baik yang manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat. "Tahun 2017 ini menjadi tantangan bagi kami dan berharap sukses di 2016 menjadi lebih sukses di 2017," katanya.
Mangara mengatakan, Pemkot Jakarta Pusat sepanjang 2016 telah melakukan perbaikan sarana infrastruktur yang penting untuk penataan Ibu Kota. Dia mencontohkan, perbaikan trotoar, jalan, pemasangan sheet pile, pengurasan saluran air agar Jakarta Pusat lebih baik dibandingkan sebelumnya terus dilakukan jajarannya. Dia berjanji, pembangunan pada tahun ini bisa dipercepat agar kesejahteraan masyarakat dapat tercapai. "Tentu masih ada yang belum maksimal dan belum tuntas. Itu akan menjadi PR (pekerjaan rumah—Red) kami," ucapnya.
Lampu LED
Satuan kerja perangkat daerah (SKPD) juga bergerak cepat dalam merealisasikan pembangunan di bidangnya, termasuk Suku Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Timur yang sepanjang tahun lalu mampu memasang ribuan lampu light emitting diode (LED) smart system (SS) yang tersebar di berbagai titik. Kepala Seksi Pencahayaan Suku Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Timur Budi Basuki mengatakan, lampu LED SS itu sudah terpasang di sejumlah jalan protokol dan jalan arteri yang ada di wilayahnya.
Beberapa jalan yang dipasangi di antaranya Jalan Raya Pemuda, Jalan Raya Pramuka, Jalan Raya Bogor, Jalan Raya Bekasi, dan Jalan Perintis Kemerdekaan. "Seluruhnya, anggaran dan lampunya, dari dinas. Kita hanya lakukan pemasangan. Tahun 2016 ini kita lakukan pemasangan 3.085 lampu LED SS," kata Budi.
Menurut Budi, sebanyak 3.085 lampu LED SS terbagi dalam dua jenis daya, yaitu untuk daya 200 watt, totalnya 2.230 lampu, dan 120 watt, ada 855 lampu. Pada 2017 akan dilanjutkan pemasangan lampu LED SS di jalan lingkungan dan jalan MHT (gang). Hanya saja, ia belum tahu berapa jumlah anggarannya.
Kepala Suku Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Timur, Nurhidayat, mengatakan, pihaknya memasang ratusan lampu LED SS di kawasan Kanal Banjir Timur (KBT) pada akhir tahun 2016. Pemasangan 350 lampu LED SS dimulai dari ujung KBT di jembatan kawasan Cipinang Besar Selatan, Jatinegara.
Menurut dia, lampu LED SS dipasang di sisi utara KBT. Tujuannya agar pencahayaannya mengarah ke kali dan jalan raya. Untuk yang menyorot ke kali sudah dipasang 60 lampu dengan daya masing-masing 90 watt. Selebihnya dipasang mengarah ke jalan dengan daya masing-masing 120 watt.
Jarak antara tiang berkisar 30-40 meter. Adapun ketinggian tiang sekitar 12 meter. Bentangan jarak tiang dianggap cukup ideal mengingat pemasangannya di dekat jalan protokol, yakni Jalan Basuki Rahmat dan Jalan Kolonel Sugiono.
"Kawasan KBT kita pasangi 350 lampu LED SS. Dimulai dari jembatan di CBS dan menjangkau sampai mana belum tahu, kita pasang secukupnya dulu sesuai jumlah lampunya," ujar Nurhidayat. berita jakarta ed: Erik Purnama Putra