REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Ribuan karyawan PT Freeport Indonesia mengancam akan melanjutkan aksi mogok kerja mereka selama seminggu terhitung mulai Senin (11/7) hingga Sabtu (16/7).
Ancaman itu disampaikan Ketua Pengurus Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) PT Freeport Indonesia, Sudiro usai menghadiri rapat di Kantor DPRD Mimika, Jumat malam.
"Mogok kerja dilanjutkan selama satu minggu mulai hari Senin pekan depan. Surat pemberitahuan kelanjutan mogok kerja sudah dibacakan di ruang sidang DPRD Mimika," kata Sudiro.
Ia menegaskan, seluruh karyawan PT Freeport Indonesia menghendaki untuk bertemu langsung dengan pemegang saham mayoritas PT Freeport yaitu James Moffet.
"Kami mau bertemu langsung dengan Moffet untuk berbicara soal hak-hak karyawan PT Freeport. Kami tidak mau lagi bertemu dengan manajemen Freeport yang ada di sini," tegas Sudiro.
Ketua DPRD Mimika, Trifena Tinal yang dimintai tanggapannya terkait rencana karyawan Freeport melanjutkan aksi mogok kerja mengatakan belum mengetahui hal itu.
"Nanti saya akan cek," kata Trifena sembari menambahkan, keputusan ribuan karyawan berjalan kaki dari Tembagapura ke Timika pada Senin (4/7) lalu tanpa suplai makanan dan minuman oleh manajemen PT Freeport manambah rumit penyelesaian persoalan yang terjadi di lingkungan PT Freeport Indonesia sekarang ini.
Sementara itu PT Freeport Indonesia, Jumat, menegaskan, para karyawan yang tergabung dalam Serikat Pekerja PT Freeport memulai aksi mogok yang tidak sah pada 4 Juli.
Aksi mogok kerja ribuan karyawan itu mengakibatkan kegiatan operasi di tambang dan pabrik pengolahan biji di Grasberg, terhenti.
"Perusahaan bersedia untuk membuka perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) periode dua tahun ke depan yang akan dimulai pada Oktober 2011," jelas PT Freeport.
Perundingan PKB tersebut hingga saat ini belum dimulai karena masih adanya ketidakjelasan kepemimpinan yang sah dalam tubuh Serikat Pekerja (PUK-SPSI).
Ditambahkan, PT Freeport telah bekerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Mimika dan Kementerian Tenaga Kerja RI serta perwakilan Serikat Pekerja guna menyelesaikan aksi mogok kerja ini.
"Perusahaan telah meminta karyawan untuk kembali bekerja sementara masalah ini diselesaikan untuk menghindari dampak finansial yang merugikan karyawan, Pemerintah Indonesia dan perusahaan," jelas PT Freeport.