REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) dalam waktu dekat akan memperoleh bantuan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai guru di perbatasan. Hal itu merupakan salah satu upaya peningkatan meningkatkan layanan pendidikan di wilayah perbatasan, pulau terdepan atau terluar, daerah terpencil, daerah tertinggal, daerah konflik dan pascakonflik, serta daerah korban bencana.
"TNI akan memberikan bantuan dalam pembangunan dan rehabilitasi sekolah serta menjadi tenaga pengajar, kata Panglima TNI, Agus Suhartono, usai menandatangani MoU Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (7/9) pagi .
Dalam nota kesepakatan yang ditandatangani Agus dan Menteri Pendidikan Nasional, Mohammad Nuh, tersebut di antaranya tertera rencana pembangunan 21.000 Ruang Kelas Baru (RKB) pada tahun 2011. Tertera juga target pembangunan 150.000 RKB pada 2012.
Agus mengatakan kerjasama tersebut bertujuan untuk mengoptimalisasi layanan pendidikan serta peran TNI di perbatasan. Ia memastikan TNI bisa memenuhi tugas tersebut karena jumlah personel di perbatasan sangat banyak. "Misalnya di Papua dan Kalimantan yang masing-masing terdapat 1.500 tentara. Di Timor Leste ada sekitar 800 tentara. Jadi kami akan memakai tenaga yang sudah ada," katanya.
Agus meminta Kemdiknas untuk menyiapkan panduan pengajaran bagi prajurit selama masa pratugas nanti. Selain itu, prajurit juga akan dibekali dengan buku paket.
Kerjasama TNI-Kemdiknas ini juga meliputi seluruh jenjang pendidikan yakni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pendidikan menengah, pendidikan tinggi, pendidikan layanan khusus, kebahasaan, penelitian dan pengembangan, serta pengembangan sumber daya manusia pendidikan. "Di tingkat pendidikan tinggi, kerjasama kedua lembaga ini untuk meningkatkan penelitian bidang sains dan teknologi pertahanan serta mengevaluasi kegiatan teknologi pertahanan," katanya.
Sedangkan di bidang pengembangan bahasa, kerjasama ini akan memfokuskan kepada pemasyarakatan bahasa, penelitian kebahasaan di wilayah perbatasan, dan penamaan pulau-pulau terluar di NKRI.
Nuh mengungkapkan, keberadaan TNI di seluruh pelosok negeri akan memberi manfaat tidak hanya untuk membantu pembangunan infrastruktur, namun juga penelitian bersama. "Tidak ada sejengkal pun wilayah di Indonesia tanpa TNI. Di sisi lain, seluruh manusia Indonesia harus mendapat layanan pendidikan. Oleh karena itu sudah tepat jika TNI berpartisipasi dalam bidang pendidikan, " ujar Nuh.