Jumat 17 Feb 2012 15:34 WIB

Bhatoegana Sayangkan Sikap DPP Partai Demokrat

Sutan Bhatoegana
Foto: Republika/Yogi Ardhi
Sutan Bhatoegana

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Salah seorang deklarator Partai Demokrat (PD), Sutan Bathoegana, menyayangkan sikap DPP PD yang tidak menjalankan keputusan Dewan Kehormatan (DK) untuk menertibkan beberapa kader yang bermasalah. “Semestinya semua sistem di PD harus berjalan agar tidak terjadi penyumbatan yang nantinya bisa membuat sistem itu sendiri jadi macet yang nantinya bisa membahayakan PD sendiri," katanya, Jumat (17/2).

Semua komponen PD, katanya, seharusnya saling menghormati dan menghargai seperti anjuran Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar PD semakin solid. "Kalau seperti itu kan artinya PD bisa dilihat tidak solid ke dalam dan kompak ke luar namanya,” ujar Sutan.

 

Sutan mengakui bahwa saat ini kondisi tidak kondusif buat PD. Bukan hanya di DPP, bahkan di DPD dan DPC pun menurutnya semua seperti tidak ada aturan. “Makanya sekarang kita lagi membenahi sistemnya dan itu sedang berjalan.” tambahnya.

 

Sutan mengakui bahwa saat ini bukan hanya masyarakat yang sedih dan gerah dengan kondisi Partai Demokrat. Para pendiri pun sedih dan gerah melihat hal ini. “Didirikannya Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator PD itu tujuannya untuk pembenahan dan perbaikan,” tandasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement