Rabu 28 Mar 2012 21:47 WIB

Jelang Kenaikan Harga, Stok BBM Aman

Rep: Eko Widiyanto/ Red: Chairul Akhmad
Petugas SPBU mengisikan BBM subsidi.
Foto: Republika/Prayogi
Petugas SPBU mengisikan BBM subsidi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUMAS – Operation Head Depot BBM Maos, Cilacap, Heru Kusumo, menyatakan stok BBM yang ada di depot Maos menjelang kenaikan harga BBM masih dalam kondisi aman.

''Pokoknya, stok BBM aman,'' katanya dalam rapat koordinasi membahas antisipasi adanya rencana kenaikan harga BBM di wilayah Kabupaten Banyumas, Rabu (28/3).

Rapat tersebut diselenggarakan di Ruang Rapat Sekda Kabupaten Banyumas dengan diikuti utusan dari Polres Banyumas, Dinas Instansi terkait, Sales Area Manager BBM Ritail Tegal, Kepala Operation Heat BBM Depot Maos Cilacap, Ketua DPC Hiswana Migas Banyumas, Ketua DPC Organda Kabupaten Banyumas dan para pemilik SPBU di Kabupaten Banyumas. Rapat  dipimpin Asekbang dan Kesra Pemkab Banyumas, Tjutjun Sunarti.

Heru menyebutkan, kondisi stok BBM di depot Maos yang penyalurannya menjangkau wilayah beberapa kabupaten di wilayah Jawa Tengah selatan bagian barat ini, masih mencukupi untuk beberapa hari ke depan. ''Bahkan, Rabu (28/3) sore, akan ada suplai lagi melalui pipa dari Kilang Pertamina Cilacap. Dengan demikian, untuk BBM jenis premium akan mencukupi untuk 7,5 hari ke depan. Demikian juga untuk BBM jenis biosolar,'' jelasnya.

Sementara Asekbang, Tjutjun, mengatakan berdasarkan penjelasan Operation Head Depot Pertamina Maos, maka kondisi srok BBM di 31 SPBU di kabupaten Banyumas dalam kondisi tercukupi. Khususnya, selama menjelang kenaikan harga BBM mulai 1 April mendatang.

''Sedangkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya penimbunan, tim monitoring dari Pemkab bersama unsur terkait, secara rutin akan mengadakan pemantauan di semua SPBU. Kalau ada SPBU yang melakukan penimbunan, maka akan ditindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,'' kata Tjutjun.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement