Selasa 18 Dec 2012 14:52 WIB

Wuihh, Australia Luncurkan Dana Pensiun Islam!

Rep: Qommarria Rostanti / Red: Citra Listya Rini
Dolar Australia (ilustrasi)
Foto: IST
Dolar Australia (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, AUSTRALIA -- Pemerintah Australia meluncurkan dana pensiun Islam untuk kali pertama. Produk ini memperbolehkan masyarakat memilih dana pensiun yang sesuai dengan prinsip-prinsip keuangan Islam.

Dana tersebut diberi nama 'Personal Choice, Private Area' dan dijalankan oleh perusahaan swasta Crescent Wealth. Managing Director Crescent Wealth, Talal Yassine, mengatakan opsi dana pensin ini meniru produk serupa di luar negeri. 

"Pemilihan dana pensiun ini berarti mematuhi aturan Islam atas investasi untuk tidak berinvestasi di bank dan hal yang berbau pornografi, alkohol, serta persenjataan," ujarnya seperti dikutip dari ABC, Selasa (18/12).

Yassine menyebut dana tidak akan berinvestasi di perusahaan yang banyak utang. Menurutnya, dana pensiun Islam adalah investasi yang sangat konservatif. "Itu berarti tidak berinvestasi pada perusahaan dengan banyak utang dan mengambil bagian dalam kegiatan yang dilarang," ucapnya.

Dia tidak tahu berapa banyak muslim dari warga Australia yang akan memilih dana pensiun Islam. Namun berkaca dari produk sejenis di Amerika Serikat (AS), dana pensiun Islam akan berjalan lancar. "Produk semacam ini di AS telah berjalan selama bertahun-tahun dan telah menarik banyak non-Muslim juga," kata Yassine.

"Mereka mempunyai dana 4 miliar US Dollar setelah 20 tahun," ucapnya. Pelanggan dana pensiun Islam di AS yaitu sepuluh persen dari komunitas Muslim Amerika dan 90 persennya dari masyarakat Amerika lainnya.

Menteri Imigrasi Australia Chris Bowen telah membuat peta untuk mempromosikan Australia sebagai pusat keuangan utama di Asia yang memiliki populasi muslim cukup besar. "Keuangan Islam berpotensi mendorong pertumbuhan industri internasional," katanya.

Kepala Eksekutif Asosiasi Dana Pensiun Australia, Pauline Vamos, menyambut kehadiran dana pensiun Islam ke pasar Australia. Vamos mengatakan produk baru ini merupakan bagian reformasi dalam kepensiunan. Jadi kita mendapatkan inovasi jauh lebih besar dan jauh lebih murah bagi anggota dana dan konsumen, katan Pauline.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement