REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Charta Politika, Yunarto Wijaya, mengaku optimistis perombakan kabinet dapat menjadi salah satu solusi menstabilkan situasi politik menjelang Pemilu 2014.
"Pada prinsipnya, perombakan ini harus dilakukan karena kabinet sebagai tombak pemerintahan yang menempatkan menteri-menteri sebagai eksekutornya," katanya di Jakarta, Kamis.
Yunarto mengatakan perombakan merupakan alat evaluasi untuk mengembalikan kinerja kabinet menjelang masa habis jabatan dalam dua tahun terakhir.
"Selama ini keputusan-keputusan yang dihasilkan cenderung lebih mengarah ke ranah politik dibanding ke kabinet. Di sini lah harusnya dilakukan perbaikan," ucapnya.
Dia juga meyakini perombakan kabinet tidak akan menimbulkan risiko yang dapat menyebabkan kegaduhan politik.
"Jika kabinet yang sekarang justru menjadi beban seperti 'duri dalam daging', lalu untuk apa? Tugas kabinet bukan sebagai beban, tapi sebagai katalisator pemerintahan," tukasnya.