Selasa 07 May 2013 15:21 WIB

Keuangan Syariah Perlu Partisipasi Ulama

Rep: Qommarria Rostanti/ Red: Nidia Zuraya
Keuangan Syariah (Illustrasi)
Keuangan Syariah (Illustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MUSCAT -- Para ulama diminta ikut mengembangkan ekonomi Islam sebagai alternatif terbaik dalam tatanan keuangan internasional. Apalagi ketika perekonomian dunia khususnya Eropa masih berusaha bangkit dari krisis keuangannya.

Imbauan tersebut disampaikan oleh beberapa pembicara pada Oman Islamic Economic Forum 2013 yang diselenggarakan belum lama ini. Dalam diskusi tersebut disampaikan  perlunya wawasan lebih dalam mengenai nilai-nilai Islam untuk memajukan bisnis, pertumbuhan sosial dan ekonomi di dunia.

Ketua Amjaad Development, Khalid Hilal Alyahmadi mengatakan saat ini ekonomi global terus berjuang di tengah salah satu krisis keuangan terburuk dalam sejarah. "Kebutuhan akan alternatif keuangan semakin kuat," ujarnya seperti dikutip dari Oman Daily Observer baru-baru ini.

Pasar keuangan seolah menjadi kasino bagi elit internasional di mana uang jutaan dibuat hilang dalam sekejap. "Ini adalah sedikit dampak dari kegiatan spekulatif masyarakat," katanya. Alyahmadi menyebut krisis keuangan saat ini akibat keserakahan dan ketidakpedulian terhadap kebutuhan sistem keuangan alternatif, di mana etika dan keadilan menjadi landasannya.

Selama beberapa dekade terakhir prinsip-prinsip syariah telah diterapkan kembali dalam konteks industri keuangan syariah kontemporer yang telah mengalami pertumbuha fenomenal. Selama dua tahun terakhir perbankan syariah dunia meningkat 30 persen, yakni sebesar 1,7 triliun dolar AS.

Duta Pusat Keuangan Syariah Malaysia (MIFC), Nazrin Shah memuji langkah perbankan syariah yang mulai menggeliat sejak Mei 2011. Para ahli di konferensi tersebut mengatakan tatanan ekonomi global membutuhkan perubahan drastis dan menggarisbawahi perlunya prinsip-prinsip syariah untuk menggantikan nilai-nilai kapitalis. Pasalnya krisis ekonomi saat ini dinilai terjadi karena sistem kapitalis, diantaranya tingkat suku bunga sebagai masalah terbesar dan paling mendasar dari sistem kapitalis.

Program ekonomi yang didasarkan pada prinsip-prinsip syariah menawarkan jalan keluar. Dunia sedang mencari nilai-nilai yang lebih adil. Sistem ekonomi dunia yang didasarkan pada riba membuktikan kegagalannya. Ekonomi syariah diyakini dapat menggiring perekonomian menuju keamanan dan keadilan.

Kepala Bank Sentral Oman, Hamood bin al Sangour Zadjali menyebut bank syariah perlu menawarkan pembiayaan untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM). "UKM memerlukan akses ke keuangan syariah dan jendela perbankan syariah yang baru didirikan Oman dapat mengisi kebutuhan itu," ujar Zadjali.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement