Saturday, 16 Jumadil Awwal 1444 / 10 December 2022

Saturday, 16 Jumadil Awwal 1444 / 10 December 2022

16 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

1,4 Juta Orang Diprediksi Mudik Menggunakan Kapal Laut

Selasa 26 Apr 2022 06:40 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya

Sejumlah penumpang bersiap menaiki Kapal Dorolonda di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (25/4/2022). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi sebanyak 1,45 juta orang akan melakukan mudik menggunakan kapal laut.

Sejumlah penumpang bersiap menaiki Kapal Dorolonda di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (25/4/2022). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi sebanyak 1,45 juta orang akan melakukan mudik menggunakan kapal laut.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Saat ini rata-rata sudah ada 48 ribu pergerakan orang per hari menggunakan kapal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi sebanyak 1,45 juta orang akan melakukan mudik menggunakan kapal laut. Plt Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Mugen Sartoto mengatakan saat ini rata-rata sudah ada 48 ribu pergerakan orang per hari menggunakan kapal.

"Memang ini fluktuatif, paling tinggi Sabtu pekan lalu sudah sekitar 60 ribuan pergerakan," kata Mugen dalam diskusi Angkutan Lebaran 2022, Senin (25/4/2022).

Baca Juga

Mugen menjelaskan angka tersebut sudah sedikit di bawah jumlah pergerakan pada periode yang sama 2019. Mugen memprediksi pada tujuh hari ke depan, maka akan mendekati angka prediksi berdasarkan survei Balitbang Kemenhub.

"Kalau saya hitung tujuh hari ke depan sampai hari H dengan rata-rata 48 ribu itu memang akan mencapai angka yang sama dengan hasil survei, sedikit di atasnya 1,45 juta," jelas Mugen.

Mugen mengharapkan, masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik lebih awal. Menurutnya hal tersebut dapat membuat perjalanan mudik lebih nyaman dan aman setelah dua tahun ada larangan mudik.

"Kalau semua menunggu tanggal 28 hingga 29 April 2022, saya khawatir masyarakat kurang nyaman karena macet dan telat," tutur Mugen.

Untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang, Mugen memastikan ada sejumlah rute yang dialihkan. Khususnya rute yang tidak ramai dilewati sehingga dapat mengakomodir di pelabuhan yang kebutuhannya lebih banyak.

"Di daerah timur ada beberapa jalu itu yang kami re-route. Kami sudah siapkan untuk melayani di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. Itu daerah yang kami prediksi ada peningkatan lebih tinggi," jelas Mugen.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile