Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

 

10 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Satgas: Penyebab Tren Kenaikan Kasus Belum Bisa Disimpulkan

Rabu 15 Jun 2022 03:17 WIB

Rep: dessy suciati saputri/ Red: Hiru Muhammad

Pengunjung bersepeda saat berwisata di kompleks Kota Tua, Jakarta, Sabtu (11/6/2022). Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan akan mengamati perkembangan pandemi dua bulan ke depan sebelum mengubah statusnya menjadi endemi. Menurutnya, dalam tiga hari terakhir angka kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 500 kasus dengan laju penularan atau positive rate mencapai satu persen. Republika/Putra M. Akbar

Pengunjung bersepeda saat berwisata di kompleks Kota Tua, Jakarta, Sabtu (11/6/2022). Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan akan mengamati perkembangan pandemi dua bulan ke depan sebelum mengubah statusnya menjadi endemi. Menurutnya, dalam tiga hari terakhir angka kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 500 kasus dengan laju penularan atau positive rate mencapai satu persen. Republika/Putra M. Akbar

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Akhir Mei lalu jumlah kasus 1.800, namun pekan lalu menjadi 3.600 kasus

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-–Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut, penyebab pasti terjadinya kenaikan pada tren kasus positif dan juga kasus aktif masih belum bisa disimpulkan. Namun demikian, terdapat beberapa potensi yang bisa menjadi penyebab.

 

Yakni seperti mobilitas penduduk yang terus mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan sepanjang tahun 2021, serta meningkatnya interaksi antar masyarakat dari satu tempat ke tempat lain seiring dengan melandainya kasus Covid-19.

Baca Juga

“Aktivitas masyarakat yang sudah kembali normal di tempat publik dan juga kegiatan-kegiatan berskala besar yang dihadiri oleh banyak orang, berpotensi meningkatkan interaksi antar masyarakat yang juga dapat meningkatkan potensi penularan,” kata Wiku saat konferensi pers yang disiarkan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, dikutip pada Rabu (15/6).

Selain itu, kemungkinan penyebab lainnya yakni kedisiplinan protokol kesehatan yang mulai terlihat longgar seiring dengan melandainya kasus positif. Kondisi ini dapat ditemukan di berbagai tempat umum dan juga lingkungan pemukiman.

Wiku menyebut, tren kenaikan kasus ini terlihat pada kenaikan jumlah kasus pekanan. Dari catatan Satgas, jumlah kasus pekanan pada akhir Mei lalu mencapai 1.800, namun kini terjadi peningkatan menjadi 3.600 pada pekan lalu.

Selain itu, kasus aktif juga mengalami peningkatan. Pada akhir Mei lalu, kasus aktif mencapai sebesar 2.900, sedangkan per 13 Juni 2022 meningkat menjadi 4.900.“Tentunya kenaikan ini perlu untuk menjadi perhatian kita bersama karena apabila tidak dimitigasi dengan baik, kasus dapat terus mengalami kenaikan,” ujar Wiku.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile