Selasa 16 Sep 2014 19:09 WIB

Muhaimin: Ketua Umum Partai Bisa Jadi Menteri Apa Saja

Joko Widodo (kiri) menyalami Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar (kanan).
Foto: Antara
Joko Widodo (kiri) menyalami Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar (kanan).

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar berharap, menteri dari kalangan partai politik dalam kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) juga harus profesional di bidangnya.

"Syaratnya itu profesional. Sehingga menteri yang ada dalam kabinet nantinya bukan menteri partai tertentu, melainkan menterinya Jokowi-JK," katanya di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (16/9).

Ia pun tidak melihat, adanya penjatahan untuk partai politik. "Saya tidak mengusulkan nama kandidat dari PKB untuk mengisi kabinet Jokowi-JK. Tapi saya persilakan Jokowi-JK untuk memilih kandidat yang dirasa tepat dan sanggup menjalankan mandat," lanjut dia.

Muhaimin akan memberikan dukungan penuh terhadap keputusan Jokowi dalam menentukan formasi kabinetnya.

"Menteri profesional itu masukan kami. Semua menteri yang ditempatkan harus profesional, baik dari partai maupun nonpartai," katanya.

Muhaimin mengatakan Jokowi berhak menentukan siapa saja yang masuk dalam formasi kabinetnya. Karena hak itu memang melekat dalam pemerintahan presidensial yang diterapkan Indonesia.

"Siapa pun yang kemudian dipilih oleh Jokowi, kami menghargainya," katanya.

Hingga pelantikan presiden pada 20 Oktober 2014, PKB intensif menjalin komunikasi dengan Jokowi dan JK. Tujuannya, demi penyempurnaan pembentukan kabinet.

Mengenai perihal posisi menteri yang diincarnya di kabinet Jokowi nanti, Muhaimin pun menjawab diplomatis. "Ketua umum partai itu bisa jadi menteri apa saja," ujar Muhaimin.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement