Senin 20 Oct 2014 20:20 WIB

Pemred Republika Beri Kado Buku untuk SBY

Rep: c87/ Red: Maman Sudiaman
SBY terima buku dari Pemred Republika
Foto: dokpri
SBY terima buku dari Pemred Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di akhir masa jabatannya sebagai presiden, SBY memeroleh sebuah buku dari Pemred Republika, Nasihin Masha. Buku berjudul 'Perjuangan Melawan Kalah' karya Nasihin Masha itu pun diterima langsung SBY di Gedung Setneg, Senin (20/10).

Nasihin menceritakan, sudah sejak lama dirinya ingin memberikan buku tersebut kepada SBY. Kesempatan pun datang pada dirinya saat diundang bersama sejumlah pemred lainnya ke Istana Merdeka bertepatan penyambutan presiden baru, Joko Widodo.

"Buku ini penting, karena membahas soal kebangsaan Indonesia, dan penting dibaca oleh Pak SBY. Beliau sebagai tokoh bangsa dan sebagai mantan Presiden RI, dia perlu membaca buku itu," kata Nasihin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mas Ink, sapaan akrab Nasihin paham betul jika SBY adalah seorang yang hobi membaca. Dia melihat SBY memiliki perpustakaan pribadi di rumah dan selalu menyempatkan membeli buku saat berkunjung ke mana pun. Termasuk saat kunjungan ke luar negeri dan di sela-sela agenda rapat Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Dirinya menyaksikan sendiri saat SBY belanja buku di toko buku milik PBB.

"Pak SBY berterima kasih dan Bu Ani Yudhoyono merasa bahagia dengan buku ini," jelas Nasihin saat memberikan buku ke SBY.

Buku 'Perjuangan Melawan Kalah' diluncurkan saat berlangsung acara Forum Pemred di Restoran Kunstkring Paleis, Jakarta Pusat pada 2 September 2014 lalu. Peluncuran buku tersebut dihadiri para pemred media massa di Indonesia, hadir pula (saat itu calon presiden-red) Joko Widodo. Bakan Jokowi sempat menandatangani cover buku tersebut.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement