Senin 09 Feb 2015 13:26 WIB

Kuras Sumur, Dua Warga Tewas Menghirup Gas Beracun

Rep: Edy Setiyoko/ Red: Indah Wulandari
Sumur
Foto: Antara
Sumur

REPUBLIKA.CO.ID,BOYOLALI--Dua warga Dusun Jering, Desa Krasak, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, mengalami nasib nahas ketika menguras sumur sedalam 20 meter, Ahad (8/2) petang. Kedua korban merenggang nyawa diduga akibat menghirup gas beracun.

Korban bernama Sutarmin (55 tahun) pemilik sumur dan Biso Raharjo (60) yang bertetangga. Musibah terjadi saat Sutarmin meminta Biso membersihkan sumur untuk mengambil bangkai ayam. Saat menguras sumur, Sutarmin dibantu Biso, dan tiga warga lain.

Saat air mulai terkuras, Biso turun ke dalam sumur dengan menggunakan tangga. Sementara, Sutarmin dan tiga warga lain menunggu di atas. Belum sampai dasar sumur, Biso terpeleset dan jatuh ke dalam sumur.

''Saat itu, Pak Tarmin berusaha memanggil Pak Biso. Namun, tidak ada jawaban. Khawatir dengan keadaan Biso, akhirnya nekat ikut turun ke dasar dalam sumur untuk menolong Pak Biso,'' kata perangkat desa setempat, Dwi Hartono di sela evakuasi korban.

Namun nahas, Sutarmin diduga terpeleset. Warga tak berani menolong dan melaporkan kejadian itu kepada perangkat desa dan Kepala Desa, Muhadi. kemudian diteruskan laporan ke Polsek Teras dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali.

Tak berselang lama, tim SAR BPBD Boyolali datang ke lokasi dipimpin Komandan SAR Kurniawan Fajar Prasetyo. Di bawah guyuran hujan, tim SAR berusaha mengevakuasi korban. Korban Sutarmin baru berhasil diangkat pukul 17.30 WIB, Sedang Biso masih dalam proses evakuasi. Satu jam kemudian berhasil dievakuasi.

Kedua jenazah korban dibawa ke RSUD Boyolali untuk kepentingan otopsi. Hasil pemeriksaan awal, korban meninggal akibat menghirup gas asam  arang dalam sumur. Tidak diketemukan unsur-unsur kedua korban meninggal akibat penganiayaan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement