REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Manajemen PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta memperkirakan pengerjaan pengeboran stasiun bawah tanah (underground) dilaksanakan pada Agustus atau September 2015.
"Saat ini kita masih menunggu kedatangan alat bor yang diperkirakan baru tiba pada April atau Mei. Jadi, pengeborannya kira-kira Agustus atau September 2015 nanti," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (3/3).
Menurut dia, sebelum dilakukan pengeboran bawah tanah, sejumlah persiapan harus dilaksanakan terlebih dahulu, salah satunya pembuatan soil pond dan guide wall.
Soil pond merupakan tempat penampungan sementara tanah galian sebelum diangkut. Sedangkan, guide wall atau dinding stasiun dibutuhkan agar tanah tidak mudah amblas ketika dilakukan pengeboran.
Dia mengatakan, curah hujan yang saat ini masih cukup lebat tidak mempengaruhi pengerjaan konstruksi MRT, baik layang (elevated) maupun bawah tanah.
"Cuaca tidak jadi masalah, pekerjaan tetap jalan. Satu-satunya masalah hanya pembebasan lahan di dua lokasi stasiun MRT, yaitu stasiun Cipete dan stasiun Haji Nawi. Tapi, progress-nya tetap berjalan dan tidak terlalu mempengaruhi jalannya proyek," ujar Boestami.
Di sisi lain, dia mengungkapkan, permasalahan seputar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI saat ini juga tidak mempengaruhi pekerjaan pembangunan transportasi masal tersebut.
"Masalah APBD itu tidak berpengaruh, karena PT MRT Jakarta tahun ini mendapatkan Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) sebesar Rp 4,62 triliun. Ini sudah ditetapkan melalui peraturan gubernur (pergub)," ujar Boestami.