Jumat 17 Apr 2015 14:47 WIB

Pesawat N219 Bangkitkan Kedirgantaraan Indonesia

Pesawat N219 Buatan PT DI
Foto: PT DI
Pesawat N219 Buatan PT DI

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG – Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap PT  Dirgantara Indonesia semakin tinggi. Direktur Utama PTDI, Budi Santoso mengatakan hal itu dibuktikan dengan ditandatanganinya nota kesepahaman untuk pembelian pesawat N219 oleh tiga perusahaan sebanyak 75 unit.

“Ini menunjukkan tingkat kepercayaan calon pelanggan pada pesawat N219 dan sekaligus kecintaan mereka terhadap karya anak bangsa yang juga dapat meningkatkan motivasi bagi para karyawan PTDI untuk menghasilkan produk-produk lainnya yang dapat dinikmati masyarakat Indonesia dan dunia,” kata dia, baru-baru ini.

Menurut dia, pemesanan pesawat berkapasitas 19 orang ini merupkan hal yang monumental. Pasalnya, pesawat yang baru akan masuk pasar pada 2017 mendatang sudah dinantikan kemunculannya oleh perusahaan-perusahaan penerbangan dalam negeri. Dia mengatakan pengembangan dan produksi N219 memberi kesempatan kepada PTDI untuk implementasi proses revitalisasi dan restrukturisasi di bidang operasi, sumber daya manusia, dan keuangan perusahaan.

Selain itu program pembuatan N219 yang rancangannya 100 persen Indonesia akan menjadi wahana untuk mematangkan tenaga-tenaga muda Indonesia untuk menjadi ahli kedirgantaraan karena menangani langsung  proses pengembangan, produksi sampai dengan sertifikasinya.

Tenaga-tenaga muda, kata dia, akan menggantikan senior-seniornya yang telah  mendapatkan pengalaman dari program CN235. Selanjutnya tenaga-tenaga  muda tersebut yang akan meneruskan kelangsungan proses penguasaan kedirgantaraan Indonesia.

Budi mengatakan program N219 adalah sebagai wahana mematangkan insinyur-insinyur muda Indonesia untuk menguasai teknologi kedirgantaraan sekaligus memasuki era komersial. "Bahwa langkah strategis yang diambil PTDI untuk lebih mengembangkan produk komersial adalah melalui program pesawat N245 yang berkapasitas 50 penumpang sebagai pengembangan dari pesawat CN235," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement