Sabtu 18 Jul 2015 19:57 WIB

Lima Langkah Dirjen Bimas Kristen Tangani Masalah Tolikara

Rep: c30/ Red: Agung Sasongko
Simulasi penanganan kerusuhan massa.   (ilustrasi)
Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto/ss
Simulasi penanganan kerusuhan massa. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktora Jendral Bimbingan Masyarakat Kristen Kementrian Agama RI, menggelar pertemuan dengan tokoh agama Papua. Pertemuan ini merupakan upaya untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi pada Jumat (17/7) di kota Tolikara, Papua.

"Bimas Kristen dan Kanwil kemenag  provinsi Papua terus berupaya menggelar pertemuan," ujar Dirjen Bimas Kristen, Oditha Rintana Hutabarat, saat konferensi Pers di kantor Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), jalan Salemba, Jakarta, Sabtu (18/7).

Untuk mencapai penyelesaian yang damai, Bimas Kristen membuat beberapa langkah.

Pertama, Dirjen Bimas Kristen telah berkoordinasi dengan ketua Sinode GIDI. Tujuannya, untuk menjelaskan kronologis kejadian. "Saya sudah menghubungi ketua Sinode GIDI agar bisa segera membuat surat penjelasan kronologis kejadian," papar Oditha

Kedua, koordinasi dengan pihak Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Peresekutuan gereha dan lembaga injil Indonesia (PGLII). Hal ini dilakukan karena GIDI merupakan anggotanya.

Oditha berharap, PGLII dapat bersama-sama melakukan langkah-langkah menyikapi peristiwa tersebut. Salah satunya, dengan memberikan penjelasan dan penyesalan atas peristiwa yang menciderai kehidupan bersama dengan umat Islam yang selama ini harmonis.

Ketiga, Dirjen Bimas Kristen telah meminta penjelasan akurat pada ketua  Sinodw GIDI terkait surat edaran yang dibuat badan pekerja GIDI wilayah Tolikara Papua. Terkait isi surat yang membatasi umat menjalankan ibadahnya.

"Kami menyatakan bahwa umat Kristen di mana pun tidak setuju dengan surat edaran tersebut," ujar Oditha

Keempat, berharap aparat penegak hukum benar-benar mengusut pihah yang telah melakukan tindakan kerusakan dan penganiayaan. Serta,  mengusut tuntas siapa pihak di balik peristiwa tersebut.

"Pelaku harus ditindak. Di clear-kan siapa pelakunya. Dari umat atau dari  aparat sendiri. Harus ditindak tegas," kata Oditha yakin.

Berdasarkan informasi dari Kakanwil Provinsi Papua, akan diadakan pertemuan pukul 11.00 WIT di kanwil Agama Papua. Yang hadir, tokoh agama dan FKUB Prov Papua, dan Kakanmenag Kab. Tolikara.

Ketua Sindone GIDI Wilayah Tolikara melakukan rapat koordinasi pukul 10.30 WIT. Dihadiri Ketua Sinode GIDI, Kapolda, Bupati, dan tokoh Agama di Tolikara. Setelah itu, akan direncanakan akan ada pernytaan pada publik.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement