REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Edisi terbaru majalah yang diterbitkan oleh Alqaidah menimbulkan kekhawatiran di kalangan aparat penegak hukum, Rabu (9/9). Sebab, majalah itu berisi panggilan untuk pembunuhan tokoh dan serangan teror.
Para pejabat mengatakan kepada CBS Nws, mereka terganggu oleh peluncuran majalah INSPIRE yang hanya beberapa hari sebelum peringatan serangan 9/11.
Kelompok teror tersebut mengatakan di majalahnya itu, Alqaidah berusaha merekrut orang Afrika Amerika untuk melawan penindasan dan ketidakadilan yang diarahkan kepada mereka.
Pada halaman 45, isu berjudul 'Operasi Pembunuhan' memanggil umat Islam di Barat untuk bergabung dengan kelompok itu.
Majalah berbahasa Inggris ini diklaim diproduksi oleh Alqaidah di semenanjung Arab. Majalah INSPIRE bertujuan mendorong pengikutnya untuk melakukan tindakan teroris di Amerika Serikat.