Jumat 15 Apr 2016 21:15 WIB

Pilkada DKI, Sandiaga: Undangan Demokrat adalah Kehormatan

Sandiaga Sallahudin Uno
Foto: Fian Firaatmadja
Sandiaga Sallahudin Uno

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sandiaga Salahuddin Uno mengaku terhormat atas undangan Partai Demokrat untuk mendaftar sebagai calon gubernur dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.

"Saat pendaftaran dibuka, saya diundang untuk ikut serta. Ini adalah kehormatan bagi saya dan Partai Gerindra," kata anggota Partai Gerindra itu, Jumat (18/4).

Sandiaga mengungkapkan telah bicara kepada pimpinan partai untuk melakukan membangun komunikasi dengan sejumlah partai karena dinilai sebagai langkah penting.

Selain Partai Demokrat, Sandiaga juga telah mengambil formulir dari partai lain seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PDI Perjuangan.

"Inisiatif tersebut dilakukan sebagai bentuk komunikasi politik yang serius dan intens dari kami, terutama dengan PDI Perjuangan sebagai partai dengan kursi terbanyak," ujarnya.

Walaupun telah melakukan pendekatan kepada sejumlah partai agar bisa menjadi calon gubernur DKI Jakarta untuk periode 2017-2022, namun proses di Partai Gerindra tetap berjalan sebagai yang diatur dalam peraturan partai.

Ia mengaku tetap berkomitmen untuk mengikuti proses hingga tahap akhir nanti dan menilai tidak ada yang salah dengan langkah politisnya tersebut.

"Saya datang dari Gerindra dan akan kembali juga ke Gerindra," ucapnya.

Dia juga mengajak semua pihak yang terlibat dalam proses Pilkada DKI 2017 agar bisa bekerjasama sebagai upaya melahirkan tradisi politik yang sehat, bersinergi, bukan politik yang terpecah-belah.

Pada pengambilan formulir di Kantor Dewan Perwakilan Daerah Partai Demokrat, Sandiaga berhalangan hadir karena ke luar negeri sehingga diwakili oleh sejumlah anggota tim suksesnya.

Selain Sandiaga, anggota Partai Gerindra lainnya yang ikut mengambil formulir di DPD Partai Demokrat adalah Biem Triani Benjamin yang merupakan anggota Komisi XI DPR-RI.

Selain calon dari partai, terdapat juga tiga pendaftar independen antara lain Mohammad Tahir Mahmud, Kwik Siong We, dan Irjen Pol Benny Mokalu yang merupakan mantan Kapolda Bali.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement