Sabtu 21 May 2016 21:30 WIB

Penyelundupan Bawang Merah Kembali Digagalkan

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Yudha Manggala P Putra
Bawang merah
Foto: pixabay
Bawang merah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aparat keamanan Indonesia kembali menggagalkan upaya penyelundupan bawang dan bahan pangan ilegal. Kali ini Badan Keamanan Laut (Bakamla) berhasil mengamankan sebuah kapal kargo yang diduga kuat melakukan penyelundupan barang-barang ilegal, termasuk bahan makanan dan aspal cair, dari Singapura.

Pada awalnya, kapal milik Bakamla, Kapal Nasional (KN) Bintang Laut yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Patroli Nusantara IV 2016, mencurigai kapal cargo, KM Lestari GT 298, yang tengah berlayar di utara Nongsa, Batam. Setelah diperiksa, kapal tersebut ternyata memuat berbagai barang-barang yang akan diselundupkan secara ilegal ke Indonesia tanpa disertai keterangan surat resmi.

Selain menemukan komoditas pangan, seperti bawang merah, bawang putih, sayur-sayuran, dan buah-buahan, seberat delapan ton, para personel KN Bintang Laut juga menemukan sejumlah barang-barang ilegal lainnya, seperti barang-barang bekas campuran, 1000 drum aspal, jaring ikan, silikon serbuk plastik, freezer, dan bahan campuran fiber.

''Kapal itu diketahui berlayar dari Jurong, Singapura, dan rencananya menuju Tanjung Pinang, perairan Batam,'' ujar Plt. Kepala Biro Umum Sekretariat Utama Bakamla, Kolonel Laut, Suradi Agung Slamet, dalam keterangan resmi yang diterima Republika.