Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

 

11 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Video CCTV Serangan Bom Turki Dirilis

Kamis 30 Jun 2016 03:31 WIB

Rep: Gita Amanda/ Red: Teguh Firmansyah

Polisi Turki berjaga setelah serangan bom bunuh diri  di bandara internasional Ataturk di Istanbul, Turki, (29/6).

Polisi Turki berjaga setelah serangan bom bunuh diri di bandara internasional Ataturk di Istanbul, Turki, (29/6).

Foto: EPA / Sedat SUNA

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Video pengawas dari serangan bom di Bandara Ataturk, Turki, dirilis pihak berwenang. Video menunjukkan pelaku berpakaian serba hitam berjalan melalui pintu terminal dengan membawa senapa serbu.

 

Seperti dilansir Sky News Kamis (30/6), video kedua menunjukkan seorang pemuda mengenakan rompi dan celana jeans memasuki terminal sebelum pengeboman. Para penyidik saat ini sedang berupaya mengidentifikasi pria dan mencari tahu motivasi mereka melakukan serangan yang menewaskan 41 orang itu.

CIA mengatakan, serangan menunjukkan pola serangan dari kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).  Kepala CIA John Brennan mengatakan, serangan menunjukkan keputus asaan kelompok ISIS.

Sementara itu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan insiden ini menjadi titik balik dalam perang global melawan terorisme.

Baca juga, Bandara Turki Diguncang Bom.

Tiga pengebom bunuh diri melepaskan tembakan untuk menciptakan kepanikan di bandara pada Selasa (28/6) malam. Satu pelaku meledakkan diri di terminal keberangkatan, pelaku kedua di terminal kedatangan dan yang ketiga di luar bandara.

Sehari setelah serangan, panel langit-langit yang rusak berserakan di pinggir jalan di luar bagian terminal kedatangan internasional. Kaca yang hancur, memperlihatkan bagian dalam gedung, dan kabel listrik menjuntai dari langit-langit.

Petugas kebersihan nampak menyapu puing-puing dan polisi bersenjata berpatroli saat  penerbangan kembali beroperasi. Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengutuk serangan dalam telepon terpisah dengan Erdogan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile