Kamis 15 Sep 2016 13:43 WIB

Sandiaga Ingin Nasionalis-Religius Bersatu di Pilgub DKI

Rep: Amri Amrullah/ Red: Angga Indrawan
Sandiaga Uno (kanan) memapah  wartawan senior  Republika 'Abah' Alwi Shihab  di ruang rapat di kantor Redaksi Republika, Kamis (5/9).
Foto: Raisan Al Farisi/Republika
Sandiaga Uno (kanan) memapah wartawan senior Republika 'Abah' Alwi Shihab di ruang rapat di kantor Redaksi Republika, Kamis (5/9).

REPUBLIKA.CO.ID,‎ JAKARTA -- Calon Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, menekankan perlunya para calon dari koalisi kekeluargaan melepaskan egonya di Pilkada DKI 2017. Sandi menekankan pentingnya satu calon yang merepresentasikan nasionalis religius bagi pemimpin DKI Jakarta mendatang.

"Ini bukan soal Sandi. Kalau memang saya tidak dicalonkan demi bersatunya aspirasi warga dan demi kepemimpinan DKI yang lebih manusiawi, saya rela," kata Sandi saat mengunjungi Kantor Republika, Kamis (15/9).

Sandi menegaskan, harapan publik terhadap Pilkada Jakarta nanti memiliki pilihan alternatif selain pejawat. Tapi masalahnya kalau calon lawan pejawat ini lebih dari satu, menurutnya, tentu ini tidak sesuai harapan banyak pihak yang tidak ingin pemimpin Jakarta saat ini menjabat kembali.

Kalau semua partai masing masing ingin mencalonkan diri maka harapan publik dengan pilihan alternatif itu akan susah diwujudkan. Dan dari banyak partai itu, kata dia, salah satu harapan itu dari koalisi kekeluargaan, di antaranya PDI P.

Sandi akan all out dalam tujuh hari mendatang menyatukan semua partai politik. Dalam sisa waktu kurang dari sepekan ini, ia berharap masing masing partai akan menyingkirkan ego demi solusi bersama yang nasionalis dan religius. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement